Mikoriza: Jamur Baik Penyelamat Kobis dari Penyakit Akar Gada

Retoria id — Petani kobis kerap dihadapkan pada ancaman penyakit akar gada (clubroot), yang disebabkan jamur tanah Plasmodiophora brassicae. Penyakit ini membuat akar membengkak, menghambat penyerapan nutrisi, hingga tanaman gagal tumbuh normal. Tetapi sains menghadirkan solusi alami: mikoriza, jamur yang hidup bersimbiosis dengan akar tanaman.

Mikoriza adalah kelompok jamur yang bersimbiosis mutualistik dengan akar tanaman. Hifa mikoriza menjalar jauh ke dalam tanah, berfungsi memperluas area penyerapan air dan nutrisi hingga ratusan kali lipat dibanding akar biasa. Dengan mekanisme ini, tanaman lebih tahan terhadap cekaman lingkungan maupun serangan patogen.

Selain itu, mikoriza juga menghasilkan metabolit yang mampu mengaktifkan sistem pertahanan tanaman. Dalam konteks kobis, hal ini penting untuk melawan infeksi Plasmodiophora brassicae.

Baca Juga: Rapat Meja Bundar Prabowo di Hambalang: Meninjau Progres dan Akselerasi Swasembada Pangan

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Trichoderma harzianum, salah satu jamur endofit yang bersimbiosis dengan akar, dapat menekan insidensi akar gada hingga 20–33 persen. Tidak hanya itu, biomassa tanaman kobis meningkat, menandakan pertumbuhan yang lebih sehat.

Dari sisi ekonomi, uji lapangan di Cianjur menemukan bahwa petani yang mengaplikasikan T. harzianum mendapatkan benefit-cost ratio 2,39, jauh lebih tinggi dibanding 1,11 pada petani yang tidak menggunakan perlakuan ini. Hasil tersebut menegaskan bahwa teknologi biologis ini tidak hanya efektif secara agronomis, tetapi juga menguntungkan secara finansial.

Ada beberapa cara mikoriza membantu tanaman kobis:

1. Eksklusi ruang dan nutrisi: hifa mikoriza menempati area perakaran sehingga patogen sulit menembus.

2. Peningkatan serapan fosfat: fosfor esensial bagi pertumbuhan kobis, dan mikoriza meningkatkan ketersediaannya.

3. Produksi hormon pertumbuhan: seperti auksin dan giberelin yang mempercepat pembesaran tanaman.

4. Induksi ketahanan sistemik: mikoriza merangsang sistem imun tanaman untuk lebih waspada terhadap serangan patogen.

Baca Juga: Lahan Sempit, Panen Berlimpah: Rahasia Micro Gardening

Implikasi bagi Pertanian Berkelanjutan

Pemanfaatan mikoriza sejalan dengan prinsip pertanian berkelanjutan, karena mengurangi ketergantungan pada fungisida kimia yang berisiko merusak tanah. Teknologi ini bisa menjadi bagian dari strategi pengendalian hama terpadu (PHT) yang ramah lingkungan.

Mikoriza bukan sekadar jamur baik, melainkan agen biologis yang dapat mengubah cara budidaya kobis di masa depan. Dengan kemampuannya memperkuat akar dan melindungi tanaman dari penyakit akar gada, mikoriza menawarkan jalan keluar ilmiah untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga ekosistem tanah tetap sehat.

 

Rekomendasi