Retoria.id — Aplikasi ChatGPT versi mobile dilaporkan telah menghasilkan pendapatan lebih dari 2 miliar dolar AS (sekitar Rp32 triliun) sejak pertama kali diluncurkan.
Angka ini terungkap dalam laporan terbaru yang dirilis oleh TechCrunch.com.
Rata-rata, setiap unduhan aplikasi ini menyumbang sekitar 2,91 dolar AS dalam bentuk pendapatan.
Baca Juga: Pria Amerika Alami Psikosis Setelah Ikuti Saran Berbahaya ChatGPT: Konsumsi Bromida Gantikan Garam
Aplikasi ChatGPT tersedia di platform iOS dan Android, dan tercatat telah diunduh jutaan kali di seluruh dunia, menunjukkan tingginya minat global terhadap teknologi kecerdasan buatan.
Menurut pihak perusahaan, ChatGPT versi mobile kini menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi OpenAI.
Lonjakan pendapatan ini sekaligus mencerminkan peningkatan signifikan dalam permintaan terhadap layanan berbasis AI di berbagai sektor.
Keberhasilan ini menandai tonggak penting bagi OpenAI dalam memperluas jangkauan komersialnya di ranah teknologi konsumen, seiring dengan terus berkembangnya ekosistem kecerdasan buatan secara global. (*)