Retoria.id – Selama lebih dari satu dekade, ilmuwan material Liangbing Hu bersama perusahaan yang ia dirikan, InventWood, telah berupaya menciptakan kembali kayu salah satu material bangunan tertua di dunia.
Prosesnya melibatkan pengolahan kimia selulosa kayu dan pemadatannya hingga tingkat sel, menjadikannya sangat padat dan tahan lama. Hasilnya adalah Superwood, material inovatif dengan rasio kekuatan terhadap berat hingga sepuluh kali lipat baja, namun enam kali lebih ringan.
Baca Juga: IFG dan Anggota Holding Salurkan Bantuan Pendidikan bagi Anak Prajurit TNI AD
Produk ini kini diproduksi di sebuah pabrik di Maryland, dengan waktu produksi yang telah berkurang dari hitungan hari menjadi hanya beberapa jam, meski peningkatan kapasitas masih memerlukan waktu. Awalnya, Superwood akan digunakan untuk aplikasi eksterior seperti lantai dan pelapis bangunan, dan dalam tahun mendatang direncanakan untuk elemen interior seperti dinding, lantai, serta furnitur.
Kekuatan dan fleksibilitasnya memungkinkan material ini menggantikan komponen logam seperti sekrup dan paku, sementara di masa depan diharapkan seluruh bangunan dapat dibuat sepenuhnya dari bahan ini.
Superwood bukan sekadar kayu yang direkatkan dengan lem, melainkan telah ditransformasikan pada tingkat molekuler, menjadikannya 20 kali lebih tahan lama dibandingkan kayu biasa dan hingga 10 kali lebih tahan terhadap penyok. Selain itu, kayu ini juga tahan terhadap jamur, serangga, dan api, dengan performa yang terbukti unggul dalam berbagai uji coba.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Mahrus Ali, Mahasiswa Yang Pilih Berternak Sapi Kini Raup Keuntungan Ratusan Juta
Walaupun harga dan jejak lingkungannya saat ini masih lebih tinggi daripada kayu konvensional, emisi karbonnya 90 persen lebih rendah dibandingkan baja, menjadikannya alternatif yang menjanjikan untuk bangunan rendah karbon, sekaligus berkontribusi pada keberlanjutan dan perlindungan lingkungan.
Sektor konstruksi kini tengah mengalami kebangkitan melalui penggunaan kayu pada gedung-gedung tinggi, sementara Superwood menawarkan prospek baru bagi pembangunan struktur yang lebih besar, lebih kuat, dan lebih ramah lingkungan—membuka jalan bagi arsitektur masa depan dengan material yang ringan namun tangguh. (*)
Sumber: https://www.retoria.id/sains/2571704774/superwood-kayu-super-10-kali-lebih-kuat-dari-baja