Retoria.id – Angka Saham Apple Inc. melonjak lebih dari 4 persen dan mencapai level 263,52 USD per lembar, menandai rekor tertinggi baru dalam perdagangan intraday, demikian dilaporkan oleh The Wall Street Journal (WSJ).
Kenaikan tajam ini dipicu oleh laporan riset terbaru dari Counterpoint Research, yang mencatat bahwa seri iPhone 17 menunjukkan performa penjualan luar biasa, khususnya di dua pasar utama Apple yaitu Amerika Serikat dan Tiongkok. Kedua negara tersebut menjadi indikator penting bagi stabilitas dan pertumbuhan global perusahaan teknologi asal Cupertino itu.
Baca Juga: Feodalisme Cinta: Ketundukan Santri Sebagai Simbol Rasa Bukan Simbol Kuasa
Menurut laporan tersebut, minat konsumen terhadap iPhone generasi terbaru meningkat berkat peningkatan fitur kamera, efisiensi daya, serta adopsi desain yang lebih ramping dan elegan. Keberhasilan ini memperkuat posisi Apple di tengah ketatnya persaingan dengan produsen ponsel Android di pasar global.
Lonjakan penjualan itu secara langsung berdampak pada permintaan saham Apple di bursa, membuat nilai kapitalisasi pasarnya kembali menanjak tajam.
Di sisi lain, analis dari Loop Capital menilai Apple masih memiliki prospek cerah dalam jangka menengah. Mereka menyebut perusahaan tersebut sebagai “salah satu aset paling menarik untuk dibeli saat ini,” sekaligus menetapkan target harga saham baru di level 325 USD per lembar lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya.
Kinerja gemilang ini menunjukkan bahwa, meskipun tekanan ekonomi global masih terasa, Apple tetap menjadi simbol stabilitas dan inovasi di industri teknologi. Bagi banyak investor, momentum ini menjadi bukti bahwa strategi Apple dalam mempertahankan loyalitas konsumen melalui inovasi berkelanjutan masih sangat efektif. (*)