Retoria.id – Menurut sumber-sumber informasi internasional, Tiongkok telah mengambil langkah penting dalam upaya memproduksi chip canggih yang dibutuhkan untuk kecerdasan buatan dan perangkat elektronik modern.
Di sebuah laboratorium rahasia di Kota Shenzhen, telah dikembangkan peralatan uji coba berbasis teknologi litografi ultraviolet ekstrem (extreme ultraviolet/EUV). Teknologi ini hingga kini sebagian besar masih berada di bawah kendali negara-negara Barat.
Berdasarkan informasi yang ada, perangkat yang dikembangkan tersebut saat ini masih berada pada tahap pengujian, dan belum menghasilkan chip yang sepenuhnya berfungsi.
Baca Juga: 5 Hal yang Ingin James Cameron Kamu Ketahui tentang Avatar: Fire and Ash
Meski demikian, perangkat tersebut sudah mampu menghasilkan radiasi ultraviolet yang diperlukan. Pemerintah Tiongkok menargetkan untuk memperoleh chip pertama berbasis teknologi ini sebelum tahun 2028, sementara para ahli menilai waktu yang lebih realistis adalah sekitar 2030.
Proyek ini dilaksanakan dalam kerangka program strategis pemerintah Tiongkok yang telah dirancang selama beberapa tahun. Program tersebut melibatkan pusat-pusat riset negara serta perusahaan teknologi besar.
Tujuan utamanya adalah mencapai kemampuan memproduksi chip canggih secara mandiri, tanpa ketergantungan pada negara lain, dengan memanfaatkan sepenuhnya kapasitas domestik.
Para ahli menilai inisiatif ini sebagai titik balik penting dalam upaya Tiongkok meraih kemandirian teknologi. Proses ini ke depan diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap pasar semikonduktor global serta dinamika persaingan teknologi internasional.
Sumber: https://www.retoria.id/sains/2572064629/perebutan-chip-ai-proyek-rahasia-tiongkok-terungkap