Retoria.id – Nama Yelly Putriyani, mahasiswi asal Agam, Sumatera Barat, kembali menjadi sorotan publik internasional.
Bukan semata karena pidato wisudanya yang viral di Universitas Al-Azhar, Kairo, tetapi juga karena pujian langsung dari para ulama terkemuka Al-Azhar, termasuk Imam Besar Al-Azhar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayyib dan mantan Mufti Agung Mesir Prof. Dr. Ali Gomaa.
Pidato Yelly yang disampaikan dalam bahasa Arab formal saat wisuda Universitas Al-Azhar pada 25 Januari 2026 dinilai bukan hanya menyentuh secara emosional, tetapi juga mencerminkan watak ideal seorang penuntut ilmu Al-Azhar: rendah hati, beradab, dan sadar akan tanggung jawab keilmuan.
Rekaman pidato tersebut diunggah melalui kanal resmi Al-Azhar dan menyebar luas di media sosial Mesir. Dalam video itu, Yelly beberapa kali menitikkan air mata saat menyampaikan rasa syukur, penghormatan kepada guru, orang tua, dan Al-Azhar sebagai rumah ilmu.
Apresiasi terhadap Yelly tidak berhenti pada reaksi publik. Imam Besar Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmed Al-Tayyib, secara langsung memberikan arahan agar Yelly memperoleh kesempatan melanjutkan studi Magister (S2) di Universitas Al-Azhar.
Kesempatan tersebut disampaikan saat Syaikh Al-Azhar menerima Yelly di kantornya pada Rabu, 28 Januari 2026. Dalam pernyataan resminya, Al-Azhar menyebut Yelly sebagai figur teladan yang membanggakan, khususnya bagi perempuan Muslim yang menempuh jalan ilmu pengetahuan.
“Syaikh Al-Azhar menekankan bahwa Yelly merupakan contoh yang patut diteladani, mampu menggabungkan kesungguhan akademik dengan akhlak dan komitmen terhadap nilai-nilai keislaman,” demikian keterangan Al-Azhar.
Baca Juga: Hamza Yusuf: Kebangkitan Pikiran Zombi Hidup di Luar, Mati di Dalam
Pujian serupa datang dari Prof. Dr. Ali Gomaa, anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar dan mantan Mufti Agung Mesir.
Dalam unggahan resminya berbahasa Arab, Ali Gomaa menyampaikan kekagumannya setelah bertemu langsung dengan Yelly.
Ia menyebut Yelly sebagai contoh hidup tentang apa yang seharusnya diharapkan dari seorang penuntut ilmu: menghormati ilmu, memahami tujuannya, dan mensyukuri proses sebelum meraih ijazah.
“Al-Azhar bukan sekadar tempat belajar, tetapi sekolah untuk membentuk manusia, menghubungkan ilmu dengan akhlak, agama dengan kasih sayang, dan pengetahuan dengan tanggung jawab,” tulis Ali Gomaa.
Menurutnya, dampak sejati ilmu pengetahuan tidak diukur dari lamanya masa belajar, melainkan dari jejak yang ditinggalkan di hati dan akal manusia.
Berikut ini terjemahan teks lengkap pidato Yelly Putriyani sebagaimana disampaikan dalam wisuda Universitas Al-Azhar Kairo pada 25 Januari 2026:
Nama saya Yelly Putriyani, dan saya merasa senang serta bangga bisa berdiri di hadapan Anda semua hari ini. Saya bangga mewakili para wisudawati, terutama para mahasiswi dari luar negeri.
Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan perhatian Anda semua kepada kami.
Pertama-tama, kami menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para syaikh dan dosen-dosen terhormat yang telah mengajarkan kami ilmu dan adab, serta menanamkan dalam diri kami cinta kepada bahasa Arab, bahasa Al-Quran Al-Karim.
Semoga Allah membalas kebaikan Anda semua kepada kami dengan sebaik-baik balasan dan mengangkat derajat kalian di dunia dan akhirat.
Saya juga memanfaatkan kesempatan berharga ini untuk menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada kedua orang tua saya yang tercinta di Indonesia.
Setelah Allah, merekalah sebab saya bisa sampai pada tingkatan ini melalui doa, dorongan, dan pengorbanan mereka.
Saya masih ingat hari pertama ketika kami menginjakkan kaki di tanah Mesir yang diberkahi ini, dengan hati yang bercampur antara rasa takut dan harapan.
Kami datang menuntut ilmu di negeri Al-Azhar, membawa mimpi besar dan cita-cita mulia.
Dari hari-hari sulit hingga momen-momen indah, kami belajar sabar, qanaah, dan yakin bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Semakin jauh kami dari tanah air, semakin kami merasakan nikmatnya dekat dengan Allah.
Kami tidak akan melupakan teman-teman mahasiswi kami, sahabat seperjuangan dalam perjalanan ini, yang berbagi saat-saat sulit, usaha keras, dan kebahagiaan bersama kami.
Kalian adalah sandaran dan penghibur kami selama menuntut ilmu di tanah yang jauh dari keluarga dan kampung halaman.
Secara khusus kami ucapkan terima kasih kepada saudari-saudari Mesir yang mulia, yang telah sangat membantu kami dalam memahami pelajaran, mencerna materi, dan menguasai seluk-beluk bahasa.
Kalian adalah saudari kami dalam menuntut ilmu, sumber ketenangan di masa kami merantau, dan cermin yang mencerminkan keindahan serta kemurahan hati rakyat Mesir.
Semoga Allah membalas kebaikan kalian dan menjadikan kasih sayang kalian kepada kami ikhlas karena-Nya.
Kami datang dari berbagai negeri dengan membawa satu mimpi yang sama: menimba ilmu dari sumbernya di Universitas Al-Azhar.
Kami berharap dapat kembali ke tanah air masing-masing dengan membawa misi ilmu, cahaya, dan petunjuk.
Terakhir, kami memohon kepada Allah agar menjadikan kelulusan ini sebagai awal jalan baru untuk mengabdi kepada agama-Nya, menyebarkan bahasa-Nya, dan menepati janji kami untuk menjadi penyeru kebenaran, berpegang teguh pada ilmu dan akhlak mulia. (*)