Air Selutut, Jembatan Kayu, dan Perjalanan Sekolah Pelajar di Lampung Tengah

Retoria.id — Sejumlah pelajar di Lampung Tengah merekam perjalanan mereka menuju sekolah. Kamera menyala sejak kendaraan ditinggalkan di tepi jalan, saat air sungai telah menutup badan jalan di wilayah Poncowati, Kampung Bandar Harapan, Kabupaten Lampung Tengah.

Dalam unggahan akun TikTok @kicrit61 yang dikutip Selasa, 10 Februari 2026, terlihat air menggenang hingga setinggi lutut. Jalan yang biasanya dilalui kendaraan berubah menyerupai aliran sungai kecil.

“Tolong kawan-kawan, bantu kuras biar surut airnya,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Beberapa langkah kemudian, para pelajar berjalan kaki menembus genangan. Sepatu diangkat, celana digulung. Salah satu suara dalam video terdengar menyebut rutinitas itu bukan sekali-dua kali.

“Ini berangkat sekolah dan pulang sekolah lewat sini,” ucapnya.

Baca Juga: Kisah Fildzah, Guru PPPK di Sumedang: Honor Rp50 Ribu, Terpotong BPJS Tersisa Rp15 Ribu

Di ujung genangan, sebuah jembatan gantung dari kayu menanti. Papan-papannya tampak gelap oleh air, sebagian nyaris sejajar dengan permukaan sungai yang meluap. Saat dilintasi, jembatan bergoyang mengikuti langkah.

“Eh, goyang ini. Ngeri,” kata perekam video, sesaat sebelum menyeberang.

Arus banjir yang naik membuat bagian bawah jembatan hampir tersentuh air. Para pelajar melangkah satu per satu, menjaga jarak, sambil merekam keadaan sekitar.

Di tengah rekaman, suara itu kembali muncul kali ini ditujukan langsung ke Presiden.

“Perjuangan kami ini Pak Prabowo kalau mau berangkat dan pulang sekolah,” ucapnya.

Permintaan disampaikan tanpa jeda panjang. Jalan disebut, jembatan ditunjukkan ke kamera.

“Lihat ini Pak Prabowo, ini jembatan yang sudah tak layak pakai,” lanjutnya.

Unggahan tersebut kemudian dipenuhi komentar. Sebagian warganet menyoroti tinggi jembatan yang kini hampir sejajar dengan air.

“Padahal jembatan itu tinggi banget dari air, berarti banjirnya nggak main-main,” tulis akun @dho*******_.

Komentar lain menyinggung akses pendidikan.

“Lihat Pak, masih banyak anak-anak negeri ini yang masih susah akses ke sekolah,” tulis akun @aii*********i.

Ada pula yang mengarahkan perhatian ke pemerintah daerah.

“Sebelum ke Pak Presiden, mana Gubernur Lampung, Bupati Lampung Tengah, dan pejabat lainnya?” tulis akun @bath********i.

Komentar lain datang dari warga sekitar yang mengaku kerap mengalami mesin motor mati saat melintas karena air masuk ke bagian mesin.

Video berdurasi hampir dua menit itu berakhir tanpa narasi tambahan. Kamera dimatikan setelah jembatan terlewati sementara jalan pulang, bagi mereka, tetap sama.

Sumber: https://www.retoria.id/pendidikan/2572290673/air-selutut-jembatan-kayu-dan-perjalanan-sekolah-pelajar-di-lampung-tengah

Rekomendasi