Retoria.id – Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains Nasional RS Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, Jakarta Timur, Selasa (26/Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa fasilitas kesehatan modern ini tidak hanya untuk pelayanan pasien, tetapi juga untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan kedokteran.
“Rumah sakit ini tidak kalah dengan rumah sakit luar negeri. Dari segi alat, fasilitas, dan tenaga ahli, RS PON mampu melakukan operasi tumor otak, penanganan Alzheimer, Parkinson, hingga terapi stroke dengan teknologi robotik dan AI,” kata Prabowo.
Keberadaan RS PON sekaligus diharapkan menjadi pusat riset unggulan (center of excellence) di bidang neuroscience. Hal ini membuka peluang besar bagi kolaborasi pendidikan tinggi kedokteran, baik untuk mahasiswa, dokter muda, maupun peneliti.
Baca Juga: Kesehatan dan Pendidikan Jadi Prioritas, Prabowo Target 500 Rumah Sakit dalam 4 Tahun
Selain untuk kalangan akademisi, RS PON juga dapat menjadi sumber literasi kesehatan masyarakat, terutama terkait pencegahan stroke, perawatan otak, dan penyakit degeneratif.
Edukasi publik ini penting agar masyarakat tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga memahami pentingnya gaya hidup sehat sejak dini.
Prabowo menegaskan, “Kita yakin bahwa rumah sakit ini, pusat penelitian ini bisa menjadi center of excellence.”
Turut hadir sejumlah menteri, termasuk Menteri Dikti Saintek Brian Yuliarto, yang menegaskan bahwa RS PON akan terhubung dengan program pendidikan tinggi dan riset nasional.
Dengan demikian, RS PON bukan hanya fasilitas kesehatan, tetapi juga akan berperan sebagai jembatan antara dunia medis, riset, dan pendidikan, sehingga melahirkan SDM unggul di bidang kesehatan otak. (*)