Muhamad Faishal, Bertahun-Tahun Didapuk Jadi Juri Termuda di Kompetisi Hukum Ternama di 5 Benua

Retoria.id – Dunia hukum internasional kembali menorehkan sejarah baru melalui kiprah gen z Indonesia, Muhamad Faishal. Sosok gen z asal Indonesia yang lahir di kota Malang, 14 Januari 2001 ini resmi mencatatkan sejarah sebagai juri termuda selama lima tahun berturut-turut di berbagai kompetisi hukum terbesar di Eropa, Amerika, dan Asia dan Afrika.

Faishal dipercaya menjadi judge dan arbitrator internasional di ajang bergengsi seperti Willem C. Vis International Commercial Arbitration Moot (Austria), Willem C. Vis (East) Moot (Hong Kong), Foreign Direct Investment International Arbitration Moot (Amerika Serikat, Jerman, Afrika Selatan, dan negara lainnya), China Arbitration Cup (Tiongkok), serta Indonesian International Moot Court Competition (IIMCC).

Bagi para mahasiswa hukum, berpartisipasi dalam kompetisi seperti Willem C. Vis International Commercial Arbitration Moot, Foreign Direct Investment Moot, atau China International Arbitration Cup bukan hanya soal prestasi akademis, tetapi juga pintu gerbang menuju peluang karir internasional.

Bagi Faishal, menjadi juri termuda di ajang-ajang tersebut bukan hanya mengukir sejarah, tetapi juga membuka lebar peluang karir profesional di firma hukum terbesar dunia. Anak-anak muda yang berprestasi di ajang ini sering kali menerima tawaran untuk magang atau bekerja di kantor hukum kelas atas seperti Baker McKenzie, Clifford Chance, Linklaters, HSBC, Latham & Watkins, dan firma-firma ternama lainnya.

Faishal telah membuktikan bahwa prestasi di kompetisi internasional dapat melesatkan karir hukum ke level global, memberi kesempatan untuk terlibat dalam kasus-kasus berprofil tinggi dan berinteraksi dengan profesional terbaik di dunia hukum.

Adapun nama nama lawyer senior ternama dunia seperti ; Dr. Patricia Shaughnessy, Christian Campbell, Louise Irene Barrington Glenn Haley, Wang Cheng Jie. Peserta yang berkompetisi seperti mahasiswa dari fakuktas hukum universitas ternama seperti Harvard University, National University Singapore, Universitas Indonesia, Yale University, dan masih banyak lainnya.

Dalam sejarah panjang kompetisi ternama hukum internasional, belum pernah ada sosok yang menjadi judge atau arbitrator di usia semuda Faishal.

Pencapaian ini menjadikannya tokoh muda pertama asal Indonesia yang menembus jajaran elit dunia hukum global di level tersebut — sekaligus membuktikan bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing di panggung internasional dengan kredibilitas dan integritas tinggi.

“Bagi saya, kesuksesan sejati bukan diukur dari ketenaran atau kekayaan, tetapi dari seberapa besar kebaikan yang bisa kita berikan bagi orang lain,” ujar Faishal.

“Pengetahuan adalah cahaya, kebaikan adalah kekuatan, dan kerendahan hati adalah jalan.”ujar Faishal.

Selain kiprahnya di bidang hukum, Faishal juga akan diabadikan dalam buku biografi internasional “The Most Successful People in Indonesia” yang akan diterbitkan oleh Britishpedia Publishing Company di Inggris pada tahun 2026. Ia menjadi tokoh termuda yang masuk dalam daftar tersebut. Buku prestisius ini akan tersedia di perpustakaan nasional seluruh dunia, menegaskan pengakuan internasional terhadap kontribusi Faishal.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Brawijaya (Cum Laude) ini juga dikenal sebagai pendiri Sayap Malaikat Foundation, sebuah lembaga nirlaba yang berfokus pada pemerataan akses pendidikan dan teknologi bagi anak-anak Indonesia. Melalui yayasan tersebut, ia bersama timnya aktif memberikan kelas gratis bahasa Inggris, pelatihan digital, seminar pengembangan diri, hingga bantuan untuk anak-anak panti asuhan di berbagai daerah.

Tak hanya itu, Faishal juga mendirikan sejumlah platform inovatif, seperti Brom Mattens Tailor, Brom Camp Academy, dan Brom Show, yang menjadi wadah pengembangan potensi muda Indonesia di bidang fashion, edukasi, dan komunikasi global.

Kiprah lintas bidang ini menunjukkan sinergi antara intelektualitas, kreativitas, dan jiwa sosial yang menjadi ciri khas generasi Faishal.

Melalu Brom Camp Academy yanb ia dirikan Muhamad Faishal juga dikenal sebagai coach bagi para finalis Miss World dan Miss International dari berbagai belahan dunia, termasuk Eropa, Amerika Latin, dan Afrika.

Dengan pengalaman luasnya dalam bidang komunikasi, pengembangan diri, fashion, modeling dan public speaking, Faishal telah membimbing para finalis ini untuk mengasah keterampilan mereka, baik di atas panggung maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman ini semakin menambah reputasinya sebagai sosok yang tidak hanya berpengaruh di dunia hukum, tetapi juga di dunia kecantikan dan pengembangan pribadi internasional.

Perjalanan Muhamad Faishal menuju kancah dunia dimulai sejak usia belasan tahun. Ia sempat berkarier sebagai model, sebelum kemudian beralih fokus ke bidang hukum internasional.

Di dunia hukum, ia aktif menjadi pembicara internasional di berbagai forum global seperti Konferensi ASEAN bersama PBB dan Thailand Institute of Justice, serta forum G20 yang dihadiri para pemimpin dunia.

Jejak akademis dan profesionalnya juga mengantarkan Muhamad Faishal bergabung dengan berbagai lembaga hukum ternama, antara lain Chartered Institute of Arbitrators (CIArb), Asian Institute of Alternative Dispute Resolution (AIADR), dan Thailand Institute of Justice (TIJ).

Ia juga pernah meraih penghargaan seperti Indonesia Multi Talent Award (2015), Best Project of the Year (ALSA, 2019), Best Speaker (ALSA Forum, 2022), hingga Nominasi kandidat Pemuda Utama Jawa Timur 2023 oleh Gubernur Jawa Timur.

Kini, di usia 24 ahun, Muhamad Faishal tidak hanya dikenal sebagai pengacara, arbitrator, dan juri internasional termuda dalam sejarah, tetapi juga filantropis, pembicara global, dan inspirator generasi muda Indonesia.

Dengan semangat purpose over fame, ia terus mendorong generasi muda untuk menembus batas global melalui ilmu pengetahuan, karakter, dan dedikasi terhadap kemanusiaan. (*)

Sumber: https://www.retoria.id/pendidikan/2571823709/muhamad-faishal-bertahun-tahun-didapuk-jadi-juri-termuda-di-kompetisi-hukum-ternama-di-5-benua

Rekomendasi