6 Jenis Beasiswa LPDP Tanpa Syarat TOEFL

Retoria.id – Beasiswa LPDP kerap menjadi incaran pelajar dan profesional Indonesia karena menawarkan pendanaan penuh untuk jenjang magister maupun doktor.

Biasanya, calon penerima beasiswa perlu menyertakan sertifikat kemampuan bahasa Inggris, seperti TOEFL atau IELTS. Namun, ternyata ada beberapa jenis beasiswa LPDP yang tidak mewajibkan TOEFL.

Berikut enam jenis beasiswa LPDP tanpa syarat TOEFL yang bisa dicoba:

1. Beasiswa Prasejahtera

Beasiswa ini ditujukan bagi masyarakat dari keluarga prasejahtera atau kurang mampu untuk menempuh pendidikan magister. Penerima beasiswa dibiayai studi hingga 2 tahun.

Syarat Utama:

  • Terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST), atau Penerima Bantuan Iuran (PBI).
  • Pendaftar adalah anggota keluarga pertama yang mengejar gelar magister.
  • IPK minimal 3,00 dari skala 4,0.
  • Tidak mensyaratkan sertifikat TOEFL/IELTS.

2. Beasiswa Putra–Putri Papua

Dibuka untuk putra-putri daerah Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya. Pendanaan diberikan hingga 2 tahun untuk magister dan 4 tahun untuk doktor.

Syarat Utama:

  • Melampirkan KTP dan KK.
  • Ijazah pendidikan dasar atau menengah dari sekolah di wilayah Papua.
  • IPK sesuai jenjang pendidikan.
  • Tidak diwajibkan memiliki TOEFL/IELTS.**

3. Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis (Kondisional)

Program ini bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis spesialis di Indonesia.

Syarat Utama:

  • IPK minimal 3,00 pada jenjang sebelumnya.
  • Sudah memiliki LoA Unconditional → sertifikat TOEFL tidak diwajibkan.
  • STR Dokter Umum atau Subspesialis masih berlaku.
  • Telah menjalankan praktik dokter spesialis minimal 5 tahun.

4. Beasiswa Pendidikan Kader Ulama

Beasiswa ini untuk calon ulama yang ingin melanjutkan studi magister atau doktor, dikelola bersama Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) dan Kementerian Agama.

Syarat Utama:

  • Batas usia: maksimal 40 tahun untuk magister, 45 tahun untuk doktor.
  • IPK minimal 3,00 (magister) dan 3,25 (doktor).
  • Rekomendasi dari tokoh atau pakar agama.
  • TOEFL/IELTS bersifat opsional; bisa menggunakan Duolingo atau TOEP.

5. Beasiswa Penyandang Disabilitas

Ditujukan bagi penyandang disabilitas fisik, intelektual, mental, sensorik, atau ganda/multi. Beasiswa ini memberikan pendanaan hingga 2 tahun (magister) dan 4 tahun (doktor).

Syarat Utama:

  • Surat keterangan resmi mengenai disabilitas dari dokter Puskesmas atau rumah sakit pemerintah.
  • Batas usia: maksimal 42 tahun (magister) dan 47 tahun (doktor).
  • IPK minimal 2,5 (magister) dan 3,0 (doktor).
  • TOEFL/IELTS **tidak wajib**, LPDP menyediakan akomodasi fleksibel untuk peserta disabilitas.

6. Beasiswa Kolaborasi – Program Guru, Dosen, dan Vokasi

Beasiswa kolaborasi LPDP dengan Kemdikbudristek mencakup program S2 dan S3 untuk guru, dosen, serta tenaga vokasi, termasuk magang dan studi independen bersertifikat.

Syarat Utama:

  • Fokus pada penguatan SDM nasional dan peningkatan kompetensi guru/dosen.
  • Jenjang pendidikan dan program sesuai kebutuhan nasional.
  • TOEFL/IELTS **tidak selalu diwajibkan**, terutama untuk program dalam negeri atau microcredentials.

Baca Juga: Rasionalisasi SNBP 2026: Pengertian, Daftar Situs Cek, dan Jadwal Penting

Catatan Penting

“Tanpa TOEFL” bukan berarti tidak ada seleksi bahasa sama sekali. Beberapa program masih bisa meminta alternatif, seperti Duolingo atau TOEP, atau hanya bersyarat jika belum memiliki LoA.

Fokus LPDP dalam jenis-jenis ini adalah memperluas akses pendidikan bagi kelompok tertentu, bukan hanya menilai kemampuan bahasa global.

Dengan informasi ini, setiap calon pendaftar dapat lebih mudah memilih program LPDP yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan tanpa terbebani syarat TOEFL. (*)

Sumber: https://www.retoria.id/pendidikan/2572186875/6-jenis-beasiswa-lpdp-tanpa-syarat-toefl

Rekomendasi