Tuntutan kontrak baru Vinicius membuat Real Madrid berada dalam dilema

Retoria.id – Real Madrid masih belum mencapai kesepakatan terkait kontrak baru dengan penyerang mereka, Vinícius Junior.

Klub asal Madrid itu berharap dapat memperpanjang kerja sama dengan bintang berusia 25 tahun tersebut, namun proses negosiasi berjalan tidak secepat yang diharapkan.

Menurut laporan media El Nacional, hambatan utama terletak pada perbedaan tuntutan gaji. Vinícius dikabarkan meminta bayaran sekitar 30 juta euro per tahun, sementara Los Blancos hingga kini belum siap menyetujui angka tersebut.

Nilai itu juga bersinggungan dengan kebijakan struktur gaji internal Real Madrid dan keseimbangan di dalam skuad sebab gaji besar untuk satu pemain tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada seluruh ruang ganti.

Baca Juga: Vinicius menyebut golnya melawan Monaco sebagai ‘Momen Spesial’

Yang menarik, Vinícius tidak ingin proses negosiasi ini berlarut-larut. Karena itu, ia disebut telah mengajukan batas waktu kepada klub: dalam beberapa bulan ke depan, masalah ini harus diselesaikan secara positif.

Jika kesepakatan tak tercapai, sang pemain tidak menutup kemungkinan untuk meninggalkan klub. Singkatnya, skenario “dibicarakan nanti” tidak berlaku waktu terus berjalan.

Performa musim ini juga menjelaskan mengapa Vinícius merasa berada pada posisi tawar yang kuat. Ia telah tampil dalam 30 pertandingan di semua kompetisi, mencetak 7 gol dan menyumbang 11 assist. Sementara itu, kontraknya saat ini masih berlaku hingga musim panas 2027.

Kini, pertanyaan utama bagi Real Madrid tinggal satu: apakah klub akan mengambil langkah finansial untuk mempertahankan Vinícius, atau tetap teguh pada prinsip yang selama ini dipegang.

Bagi para penggemar, setiap perkembangan isu ini terasa seperti mengikuti serial yang mendekati episode akhir ingin cepat tahu ending-nya, tapi setiap episode tetap bikin tegang. (*)

Sumber: https://www.retoria.id/olahraga/2572199316/tuntutan-kontrak-baru-vinicius-membuat-real-madrid-berada-dalam-dilema

Rekomendasi