Score 808 maupun Jalalive sama-sama berstatus ilegal. Keduanya adalah platform pembajakan (piracy) yang menayangkan siaran langsung pertandingan olahraga, terutama sepak bola tanpa memiliki hak siar atau lisensi resmi dari pemilik konten.
Score 808 dikenal sebagai jaringan streaming olahraga ilegal dengan jangkauan global. Situs ini secara terbuka meredistribusi tayangan premium milik jaringan televisi berbayar seperti SuperSport dan Sky Sports tanpa izin dari pemegang hak aslinya.
Sepanjang paruh kedua 2024, jaringan ini menjadi sasaran operasi besar-besaran oleh aparat penegak hukum bersama perusahaan anti-pembajakan internasional:
Meski operatornya berulang kali ditangkap, jaringan ini terbukti sulit diberantas tuntas karena kerap muncul kembali dengan nama domain berbeda (seperti ekstensi .live atau .tv) sebagai taktik menghindari pemblokiran.
Di Indonesia, Jalalive cukup populer sebagai “alternatif gratis” untuk menonton sepak bola. Namun, operasinya jelas bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Cara kerjanya adalah me-relay tayangan milik pemegang hak siar resmi, baik dari dalam maupun luar negeri tanpa membayar lisensi sepeser pun. Praktik ini menimbulkan kerugian ekonomi nyata bagi stasiun TV maupun platform streaming resmi yang telah mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan hak siar tersebut.
Isu ini bahkan sudah masuk ke ranah akademis. Sebuah tesis magister hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII) pada 2025 secara khusus mengkaji kewajiban ganti rugi perdata atas praktik aplikasi Jalalive. Kajian tersebut menyimpulkan bahwa praktik Jalalive terbukti secara sah melanggar hak eksklusif milik pemegang hak siar resmi.
Yang perlu diwaspadai, di toko aplikasi resmi terkadang muncul aplikasi bernama serupa yang mengklaim hanya menyediakan informasi jadwal pertandingan atau panduan menonton, padahal fungsi streaming ilegal sesungguhnya berjalan lewat jalur lain di luar pengawasan toko aplikasi. Pola semacam ini umum dipakai pengembang konten bajakan agar bisa lolos dari sistem keamanan platform resmi.
Edisi ke-23 Piala Dunia ini mencatat sejumlah hal baru yang belum pernah terjadi pada gelaran sebelumnya:
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Negara Tuan Rumah | Amerika Serikat, Kanada, Meksiko |
| Jumlah Peserta | 48 Negara |
| Total Laga | 104 Pertandingan |
| Kota Penyelenggara | 16 Kota |
| Nama Bola Resmi | Trionda |
| Stadion Pembuka | Stadion Azteca, Meksiko |
| Stadion Final | Stadion MetLife, New Jersey, AS |
Dengan tersedianya siaran gratis lewat TVRI serta dua mitra streaming resmi, tidak ada alasan kuat untuk mengandalkan platform bajakan seperti Score 808 atau Jalalive. Selain berisiko secara hukum dan keamanan data, kualitas tayangan di situs ilegal juga jauh dari stabil. Memilih kanal resmi berarti turut menjaga ekosistem industri olahraga sekaligus memastikan pengalaman menonton Piala Dunia 2026 berjalan lebih aman dan nyaman.