Retoria.id – Piala Dunia 2026 bergulir sejak 11 Juni hingga 19 Juli 2026, mempertemukan 48 negara peserta di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Skala turnamen kali ini jauh lebih besar dari edisi-edisi sebelumnya, dengan total 104 laga yang akan tersaji selama lebih dari sebulan penuh.
Kabar baiknya, masyarakat Indonesia tidak perlu mencari jalan pintas ke situs-situs ilegal untuk menikmati seluruh laga ini. Hak siar resmi Piala Dunia 2026 di Indonesia dipegang oleh TVRI, yang menyiarkan seluruh pertandingan secara gratis melalui kanal televisinya.
Untuk memperluas jangkauan, TVRI juga menggandeng dua platform digital, yaitu FolaPlay dan MaxStream TV, sehingga pertandingan bisa diakses lewat HP, tablet, laptop, maupun Smart TV.
Bertambahnya jumlah peserta menjadi 48 negara membawa perubahan signifikan pada struktur kompetisi. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, babak gugur tidak lagi dimulai dari 16 besar, melainkan dari babak 32 besar. Slot di fase ini diisi oleh para juara grup, runner-up, serta delapan tim peringkat ketiga dengan catatan terbaik di seluruh grup.
Begitu memasuki fase gugur, tidak ada lagi ruang untuk memperbaiki kesalahan. Setiap laga bersifat “mati atau hidup” — tim yang menang melaju, yang kalah pulang kampung.
Jika skor masih sama setelah 90 menit, pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan 2×15 menit, dan jika tetap imbang, penentuan jatuh ke adu penalti.
Format ini diprediksi membuat persaingan jauh lebih ketat, terutama karena beberapa tim unggulan harus berhadapan dengan tim “kuda hitam” yang tampil mengejutkan di fase grup.
Menonton lewat TVRI adalah opsi paling praktis karena tidak membutuhkan kuota internet maupun biaya berlangganan apa pun, yang dibutuhkan hanya televisi yang sudah mendukung siaran digital.
Bagi pemilik TV digital, prosesnya cukup sederhana:
Adapun untuk TV lawas yang belum mendukung sinyal digital, dibutuhkan alat tambahan bernama Set Top Box (STB) yang berfungsi menerjemahkan sinyal digital agar bisa ditampilkan di TV analog. Berikut tahapannya:
Setelah proses ini rampung, channel TVRI akan tersimpan dan siap digunakan untuk mengikuti jalannya turnamen.
Selain siaran televisi, TVRI bekerja sama dengan dua mitra digital untuk memudahkan akses penonton yang lebih suka menonton lewat gawai pribadi.
| Platform | Nama Paket | Masa Aktif | Harga |
|---|---|---|---|
| FolaPlay | Paket Bola Gembira 7 Hari | 7 Hari | Rp25.000 |
| FolaPlay | Paket Bola Gembira Full Tournament | Seluruh Turnamen | Rp85.000 |
| MaxStream TV | Paket Bola Gembira MaxStream 7 Hari | 7 Hari | Rp25.000 |
| MaxStream TV | Paket Bola Gembira MaxStream 60 Hari | 60 Hari | Rp85.000 |
MAXStream TV merupakan layanan streaming milik Telkomsel yang turut menjadi mitra resmi penayangan turnamen ini. Selain siaran langsung, platform ini juga menyediakan konten pendukung seperti highlight, tayangan ulang, hingga program eksklusif seputar Piala Dunia.
Bagi yang ingin menonton bersama keluarga di layar lebar, FolaPlay dan MaxStream TV bisa langsung diunduh di Smart TV atau melalui perangkat Android TV Box. Alternatif lain adalah menghubungkan smartphone ke televisi lewat fitur screen mirroring atau Chromecast, maupun mengakses platform tersebut langsung lewat browser bawaan Smart TV.
Dibanding mengandalkan situs bajakan, menonton lewat kanal resmi memberi sejumlah keuntungan nyata:
Score 808 maupun Jalalive sama-sama berstatus ilegal. Keduanya adalah platform pembajakan (piracy) yang menayangkan siaran langsung pertandingan olahraga, terutama sepak bola tanpa memiliki hak siar atau lisensi resmi dari pemilik konten.
Score 808 dikenal sebagai jaringan streaming olahraga ilegal dengan jangkauan global. Situs ini secara terbuka meredistribusi tayangan premium milik jaringan televisi berbayar seperti SuperSport dan Sky Sports tanpa izin dari pemegang hak aslinya.
Sepanjang paruh kedua 2024, jaringan ini menjadi sasaran operasi besar-besaran oleh aparat penegak hukum bersama perusahaan anti-pembajakan internasional:
Meski operatornya berulang kali ditangkap, jaringan ini terbukti sulit diberantas tuntas karena kerap muncul kembali dengan nama domain berbeda (seperti ekstensi .live atau .tv) sebagai taktik menghindari pemblokiran.
Di Indonesia, Jalalive cukup populer sebagai “alternatif gratis” untuk menonton sepak bola. Namun, operasinya jelas bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Cara kerjanya adalah me-relay tayangan milik pemegang hak siar resmi, baik dari dalam maupun luar negeri tanpa membayar lisensi sepeser pun. Praktik ini menimbulkan kerugian ekonomi nyata bagi stasiun TV maupun platform streaming resmi yang telah mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan hak siar tersebut.
Isu ini bahkan sudah masuk ke ranah akademis. Sebuah tesis magister hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII) pada 2025 secara khusus mengkaji kewajiban ganti rugi perdata atas praktik aplikasi Jalalive. Kajian tersebut menyimpulkan bahwa praktik Jalalive terbukti secara sah melanggar hak eksklusif milik pemegang hak siar resmi.
Yang perlu diwaspadai, di toko aplikasi resmi terkadang muncul aplikasi bernama serupa yang mengklaim hanya menyediakan informasi jadwal pertandingan atau panduan menonton, padahal fungsi streaming ilegal sesungguhnya berjalan lewat jalur lain di luar pengawasan toko aplikasi. Pola semacam ini umum dipakai pengembang konten bajakan agar bisa lolos dari sistem keamanan platform resmi.
Edisi ke-23 Piala Dunia ini mencatat sejumlah hal baru yang belum pernah terjadi pada gelaran sebelumnya:
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Negara Tuan Rumah | Amerika Serikat, Kanada, Meksiko |
| Jumlah Peserta | 48 Negara |
| Total Laga | 104 Pertandingan |
| Kota Penyelenggara | 16 Kota |
| Nama Bola Resmi | Trionda |
| Stadion Pembuka | Stadion Azteca, Meksiko |
| Stadion Final | Stadion MetLife, New Jersey, AS |
Dengan tersedianya siaran gratis lewat TVRI serta dua mitra streaming resmi, tidak ada alasan kuat untuk mengandalkan platform bajakan seperti Score 808 atau Jalalive. Selain berisiko secara hukum dan keamanan data, kualitas tayangan di situs ilegal juga jauh dari stabil. Memilih kanal resmi berarti turut menjaga ekosistem industri olahraga sekaligus memastikan pengalaman menonton Piala Dunia 2026 berjalan lebih aman dan nyaman.