Retoria.id – Tim nasional futsal Iran kembali mengangkat trofi Piala Asia Futsal AFC 2026 setelah melalui laga final dramatis melawan Indonesia di Indonesia Arena, Senayan.
Pertandingan berakhir dengan skor 4-4, sebelum Iran memastikan kemenangan dan membuat tuan rumah harus puas sebagai runner-up.
Kemenangan ini memperpanjang dominasi Iran sebagai tim tersukses dalam sejarah futsal Asia.
Baca Juga: Piala Asia: Indonesia terbang di start, Irak juga meraih kemenangan
Dalam konferensi pers pra-final di Jakarta, Shamsaee berbicara tentang peluang, kesiapan tim, dan kekuatan lawan.
Hingga ia menyinggung satu hal yang mengubah suasana ruangan.
“Tidak ada satu pun tim di turnamen ini yang tidak berada di bawah tekanan berat,” kata Shamsaee.
“Karena itu saya ingin berterima kasih kepada para pemain, kolega saya, dan seluruh staf yang telah berhasil mengatasi tekanan ini.”
Kalimat itu berhenti di sana. Shamsaee menunduk. Tangannya mengusap matanya beberapa kali.
Penerjemah tim nasional Iran yang duduk di sebelahnya menghentikan terjemahan dan meletakkan tangan di punggung sang pelatih.
Ruangan konferensi pers hening beberapa detik sebelum ia kembali berbicara dengan suara lebih pelan.
Dalam lanjutan pernyataannya, Shamsaee justru menjauh dari pembicaraan soal trofi.
“Satu-satunya alasan kami berada di sini hari ini adalah untuk menunjukkan profesionalisme,” ujarnya.
“Saya ingin menyampaikan belasungkawa terdalam kepada rakyat Iran yang telah kehilangan orang-orang terkasih mereka.”
Ia menegaskan bahwa upaya timnya menembus final bukan semata-mata tentang kemenangan.
“Futsal tidak lebih berharga daripada persatuan,” kata Shamsaee.
“Yang lebih penting adalah kita mampu melewati masa sulit ini bersama-sama dan menatap masa depan.”
Dua puluh empat jam setelah pernyataan itu, Iran benar-benar diuji di lapangan. Indonesia tampil agresif, sempat memimpin, dan beberapa kali berada di ambang kemenangan.
Namun Iran bertahan, menunggu, dan memanfaatkan momen. Skema power play di menit-menit akhir menjadi penentu, ketika Mahdi Karimi mencetak gol penyama kedudukan yang mengubah arah pertandingan.
Indonesia akhirnya mencatat sejarah sebagai finalis Piala Asia Futsal untuk pertama kalinya.
sementara Iran kembali menegaskan statusnya dengan gelar ke-14 dari 15 final yang pernah mereka mainkan. (*)