Begitu Anak, Begitu Bapak: Kibar dan Wak Ribut Ukir Sejarah di Bentang Jawa 2025

Retoria.id — Sorak-sorai riuh menggema di garis finis Bentang Jawa 2025. Dari kejauhan, dua pesepeda tampak mengayuh dengan sisa tenaga terakhir. Mereka adalah Kibar dan Wak Ribut, pasangan ayah-anak yang baru saja mencatatkan sejarah sebagai tim keluarga pertama menuntaskan ultracycling sejauh 1.000 kilometer itu.

Tak hanya menaklukkan batas waktu 115 jam 9 menit, keduanya juga berhasil memecahkan rekor pasangan sebelumnya dengan selisih dua jam penuh. Air mata, pelukan, dan kibaran bendera merah putih mengiringi momen sakral ketika roda sepeda mereka melintasi garis finis.

Baca Juga: Liverpool 4-2 Bournemouth: Malam Penuh Gol, Duka, dan Solidaritas di Anfield

Setahun lalu, usai menjuarai Bentang Jawa 2024 seorang diri, Kibar pernah berkata, “Aku ingin kembali tahun depan dengan Ayah.” Ucapan itu kini menjadi kenyataan.

Bagi Kibar, bersepeda bersama Wak Ribut bukan hanya tentang kompetisi, melainkan wujud bakti. “Ayah adalah pahlawan masa kecilku. Aku ingin berbagi setiap detik perjuangan ini dengannya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca setelah finis.

Lima hari penuh tantangan mereka lalui: pesisir Jawa yang terik, jalan berbatu Pacitan, hingga hutan basah Lumajang. Kamera tim dokumentasi berkali-kali menangkap kehangatan mereka.

Baca Juga: Hansi Flick Jelang Musim Kedua di Barcelona: Tiga Trofi Bukan Akhir, Tapi Titik Awal

Ada tawa saat ban Wak Ribut tersangkut lumpur, senyum bangga ketika Kibar memimpin jalur menanjak, hingga pelukan singkat di pos istirahat saat sang ayah kelelahan. Potongan-potongan momen itu viral di kalangan dot-watchers di media sosial, memantik gelombang haru dari para penonton daring.

Seorang netizen menulis: “Melihat mereka membuatku rindu ayah yang sudah tiada.” Netizen lain berkomentar: “Aku jadi ingin segera pulang dan menemui ibuku.”

Dalam setiap kayuhan, keduanya menunjukkan makna sejati ketangguhan: bahwa cinta dan kelembutan bisa berjalan bersama kekuatan fisik. Wak Ribut, meski usianya tak lagi muda, tak sekali pun mengeluh. Sementara Kibar, dengan penuh kesabaran, selalu memastikan ayahnya cukup makan dan minum.

“Melihat Ayah kuat, aku pun ikut kuat,” kata Kibar singkat.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Borong Berbagai Hadiah Fantastis Untuk Lamaran, Isinya Bikin Geleng Kepala

Kemenangan Kibar dan Wak Ribut bukan semata soal rekor atau medali. Lebih dari itu, ia menjadi pengingat bahwa waktu bersama orang tua adalah hadiah yang tak ternilai.

Di tengah dunia yang kian cepat berlari, kisah mereka adalah seruan lembut: luangkan waktu, rawat kebersamaan, dan abadikan momen bersama orang-orang tercinta selagi masih ada kesempatan.

Dengan torehan ini, nama Kibar dan Wak Ribut resmi masuk dalam sejarah Bentang Jawa. Mereka bukan hanya juara, tetapi simbol keteguhan, cinta keluarga, dan bukti bahwa mimpi yang dirawat dengan hati tak pernah gagal.

Selamat untuk Kibar dan Wak Ribut — kalian telah membuktikan, begitu anak, begitu bapak.

Sumber: https://www.retoria.id/olahraga/2571500338/begitu-anak-begitu-bapak-kibar-dan-wak-ribut-ukir-sejarah-di-bentang-jawa-2025

Rekomendasi