Retoria.id – Situasi di klub Real Madrid dikabarkan memanas setelah muncul laporan mengenai ketegangan antara pelatih kepala Xabi Alonso dan penyerang Vinicius Junior.
Menurut media Spanyol, Alonso merasa terganggu dengan perilaku dan emosi Vinicius di lapangan yang dinilai sulit dikendalikan dalam beberapa pertandingan terakhir. Kritik pelatih terhadap disiplin dan sikap sang pemain membuat hubungan keduanya dikabarkan mulai renggang.
Sejumlah pakar sepak bola menyebut masa depan Vinicius di Real Madrid kini semakin tidak pasti. Klub disebut tengah mempertimbangkan opsi untuk menjualnya demi menjaga stabilitas internal tim.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa beberapa klub besar Liga Inggris telah menjalin kontak dengan Vinicius. Salah satunya adalah Manchester City, yang disebut telah lama memantau sang pemain dan menilai gaya bermainnya cocok dengan strategi Pep Guardiola.
Baca Juga: Mahkamah Swiss Teguhkan Vonis Empat Aktivis Spanduk ‘Bunuh Erdogan’
Namun, Real Madrid juga tidak tinggal diam. Klub ibu kota Spanyol itu dikabarkan tengah mempelajari kemungkinan untuk merekrut Erling Haaland, penyerang utama “The Citizens”.
Belakangan, muncul spekulasi di kalangan jurnalis tentang kemungkinan “pertukaran super” antara kedua klub besar itu yakni menukar Vinicius dengan Haaland. Namun, sumber dekat klub membantah rumor tersebut.
Menurut laporan Defensa Central, manajemen Manchester City sama sekali tidak berniat menukar Haaland dengan Vinicius dalam kondisi apa pun. Penyerang asal Norwegia itu dianggap sebagai bagian utama dari proyek jangka panjang klub.
Beberapa laporan lain menyebut Guardiola hanya akan mempertimbangkan menjual Haaland jika klub berhasil mendatangkan Harry Kane.
Hingga kini, Real Madrid belum memberikan komentar resmi. Namun publik sepak bola meyakini bahwa konflik internal ini bisa menjadi awal dari drama besar di bursa transfer musim panas mendatang.
Yang jelas, dengan bakat besar seperti Vinicius, perhatian dunia sepak bola akan terus tertuju padanya dan ketegangan di Madrid ini bisa saja mengubah arah masa depannya di Eropa. (*)