Retoria.id – Real Madrid menjadi sorotan setelah selama 13 bulan gagal meraih satu pun trofi besar dan menelan kekalahan di enam kompetisi berbeda. Periode tanpa gelar ini memicu diskusi luas di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola.
Pada final Piala Super Spanyol yang digelar kemarin, tim asal Madrid harus mengakui keunggulan Barcelona dengan skor 2:3. Kekalahan tersebut menjadi ujian lanjutan bagi “Los Blancos” dan memunculkan pertanyaan serius terkait performa serta kesiapan taktik tim saat ini.
Kemenangan terakhir Real Madrid tercatat pada Desember 2024, ketika mereka mengalahkan klub Meksiko Pachuca dengan skor 3:0 di final Piala Dunia Antarklub FIFA.
Setelah itu, dalam setahun berikutnya, tim berjuluk “Si Putih” kalah dari Barcelona di final Piala Super Spanyol dan Copa del Rey, serta menutup musim La Liga di posisi kedua.
Baca Juga: Joan Laporta Puji Barcelona Usai Juara Piala Super Spanyol: Kami Satu Keluarga
Di perempat final Liga Champions, Real Madrid juga tersingkir setelah kalah dari Arsenal. Selain itu, di ajang Piala Dunia Antarklub, mereka kembali menelan kekalahan setelah dibantai PSG, yang diasuh oleh Xabi Alonso. Rentetan hasil buruk ini disebut-sebut sebagai salah satu periode tersulit dalam sejarah klub.
Meski demikian, perlu dicatat bahwa Real Madrid tetap menjadi salah satu klub tersukses di dunia. Mereka masih memegang rekor sebagai peraih trofi Liga Champions terbanyak, dengan 15 gelar, yang menegaskan posisi dan warisan besar klub tersebut dalam sejarah sepak bola. (*)