Retoria.id — Perayaan Tahun Baru Imlek Nasional 2026 digelar dengan menampilkan rangkaian kegiatan budaya dan sosial yang tersebar di berbagai daerah.
Mengusung tema “Harmoni Imlek Nusantara”, perayaan ini berlangsung sebagai agenda nasional yang melibatkan lintas kementerian, pemerintah daerah, serta unsur masyarakat.
Selain pertunjukan budaya, perayaan Imlek Nasional 2026 juga diisi dengan sejumlah program sosial yang menyasar penguatan kapasitas masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk memperluas partisipasi publik serta memperkuat jejaring solidaritas sosial di berbagai wilayah.
Pelaksanaan Imlek Nasional tahun ini dilakukan secara kolaboratif melalui sinergi berbagai pihak.
Pendekatan tersebut terlihat dari keterlibatan lembaga pemerintah, komunitas budaya, hingga organisasi sosial dalam penyelenggaraan acara dan program pendamping.
Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026, Irene Umar, menyebut bahwa perayaan tahun ini menampilkan beragam tradisi Imlek yang berkembang di sejumlah daerah di Indonesia.
“Imlek Festival tahun ini menjadi momentum untuk menampilkan kekayaan tradisi perayaan Imlek dari berbagai daerah. Selain Singkawang, terdapat pula tradisi perayaan yang berkembang di sejumlah wilayah, seperti Grebeg Sudiro di Surakarta, Cap Go Meh di Palembang, serta perayaan di Manado dan Makassar. Keberagaman tersebut mencerminkan harmoni budaya yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Indonesia,” ujar Irene Umar saat kegiatan di Wihara Dharma Jaya Toasebio, Jakarta, Sabtu (7/2).
Selain agenda budaya, panitia juga mengintegrasikan program sosial bertajuk Gerakan Berbagi Cahaya dalam rangkaian perayaan Imlek Nasional 2026.
Program ini dirancang sebagai ruang partisipasi sosial yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Melalui Gerakan Berbagi Cahaya, sejumlah kegiatan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Program tersebut mencakup penyediaan akses pendidikan vokasi serta pengembangan keterampilan berbasis teknologi dan ekonomi kreatif, termasuk bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Di sektor penunjang aktivitas ekonomi, program ini juga menyasar penyediaan fasilitas pendidikan dan penguatan infrastruktur produktif berbasis energi berkelanjutan.
Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
Selain itu, penguatan ketahanan sosial dilakukan melalui penyediaan fasilitas publik berbasis kebutuhan komunitas.
Di antaranya meliputi penyediaan sarana air bersih serta pengembangan hunian yang mendukung aktivitas ekonomi keluarga.
Program sosial dalam perayaan Imlek Nasional 2026 turut menyentuh kelompok masyarakat rentan.
Bantuan yang disalurkan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk dukungan pemenuhan gizi masyarakat serta bantuan kebutuhan pokok dalam situasi tanggap darurat bencana.
Melalui rangkaian kegiatan budaya dan sosial tersebut, perayaan Imlek Nasional 2026 berlangsung sebagai agenda yang mempertemukan ekspresi kebudayaan dengan kerja-kerja sosial di tingkat komunitas.
Perayaan ini sekaligus menjadi ruang perjumpaan berbagai unsur masyarakat dalam semangat kebersamaan dan gotong royong. (*)