Retoria.id – Pelaksanaan program “Ganti Atap Rumah Wartawan” oleh PT Sirkular Karya Indonesia (SKI) yang bekerja sama dengan Promedia Group sudah mulai dilaksanakan.
Pada hari Kamis 12 Maret 2026 lalu, Tim SKI mulai melakukan pergantian atap rumah, diawali di salah satu rumah wartawan anggota Promedia Group yang beralamat di Citayam, Bogor.
Penggantian atap rumah dari atap seng ke atap Alduro ini tidak membutuhkan waktu lama, karena dikerjakan hanya dalam dua hari, dari rencana semula berlangsung hingga 3-4 hari.
“Kami siapkan 7-8 tenaga kerja supaya bisa cepat selesai,” ungkap Didik, kepala tukang yang mengerjakan penggantian atap Alduro.
Tak hanya jumlah tenaga kerja yang memadai, langit cerah selama dua hari pengerjaan juga turut memengaruhi proses penggantian atap rumah menjadi lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.
“Cuaca cerah, tidak ada hujan, semuanya jadi cepat dan lancar,” kata Djunaedi, salah satu tukang penggantian atap Alduro.
Sementara itu, wartawan penerima manfaat yang rumahnya diganti atap Alduro, Kunradus Aliandu mengungkapkan terima kasih kepada PT Sirkular Karya Indonesia (SKI) yang sudah menyediakan program ini.
“Tentu, saya mengucapkan terima kasih kepada PT Sirkular Karya Indonesia (SKI) yang sudah membantu memperbaiki rumah kami dengan menggantikan atap seng yang sudah mulai berkarat dengan atap Alduro,” ungkapnya.
Selain SKI, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Promedia Group berkat saluran informasi dan kerja sama dengan SKI sehingga proses pergantian atap rumah bisa berjalan lancar.
“Ini kerja sama positif yang dibuat Promedia Group, membantu wartawannya,” tambahnya.
Baca Juga: KOPRI DIY Bantu Lansia LKS LU Madania, Ikhtiar Merawat Kepedulian Sosial
Atap Alduro memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan atap jenis lainnya, seperti seng atau asbes.
Ketebalan atap Alduro mencapai 5 mm, membuat suhu ruangan tetap sejuk meski cuaca terik.
“Ruang menjadi lebih sejuk dan adem setelah pergantian atap ini,”ungkap Christiana, yang atap rumahnya diganti dari seng ke Alduro.
Atap Alduro juga diketahui lebih kuat dan berdaya tahan tinggi.
Dengan material upcycle membuat atap Alduro tetap tahan terhadap cuaca ekstrem, tidak berkarat, dan tidak mudah retak atau pecah.
Keunggulan lain dari atap Alduro adalah jauh lebih sehat dibandingkan dengan asbes yang berisiko bagi pernapasan.
Alduro juga sudah tersertifikasi bebas logam berbahaya.
Selain itu, lebih hemat, karena harga atap Alduro diketahui lebih terjangkau oleh masyarakat luas, serta proses pemasangannya yang mudah dan cepat, sehingga menghemat biaya tukang.
“Kalau soal harga saya kurang tahu, tapi sepertinya lebih bersaing dan murah,” ungkap salah satu tukang pergantian atap Alduro.
Direktur Utama PT Sirkular Karya Indonesia, Sugiarto Romeli sebelumnya mengungkapkan sifat dari atap Alduro ini mengurangi suara berisik dibandingkan dengan seng.
“Jadi kalau suhu panas, atap Alduro bisa mengurangi kira-kira 10 persen. Kalau misalnya suhu di luar rumah itu 35 derajat celsius, maka di dalam rumah sekitar 31-32 derajat celsius,” kata Sugiarto saat hadir dalam forum Jaringan Pemred Promedia (JPP), pada Rabu, 18 Februari 2026 lalu.
Terkait hal itu, Sugiarto lantas membandingkan dengan atap yang berbahan seng yang justru dinilai membuat suasana rumah menjadi terasa panas.
“Seng justru akan menambah panas, suhu di luar 35 derajat celsius, di dalam rumah bisa 45 derajat celsius,” terangnya.
Dari sisi kekuatan, Sugiarto menyebutkan atap Alduro lebih kuat dibandingkan seng yang dinilai lebih tipis dan mudah rapuh.
“Dan atap ini sudah lolos tes pengujian dari Sukofindo,” imbuhnya.
Selain seng, Sugiarto menilai asbes memiliki dampak yang berbahaya bagi kesehatan penghuni rumah, karena debu yang berasal dari serat asbes dapat berpotensi menyebabkan kanker.
“Pada saat patah ataupun terkena gesekan, debu dari asbes kalau kita hirup itu mengandung serat yang berbahaya dan bisa menyebabkan kanker,” terang Sugiarto.
“Kalau Alduro tidak, karena dari hasil tes uv untuk 10 tahun pemakaian tidak ada masalah,” tandasnya.
Alasan lain dari sosialisasi melalui program penggantian atap rumah wartawan ini menurut Sugiarto Romeli yaitu sebagai upaya untuk mengatasi masalah sampah plastik di Tanah Air, menjadi lebih masif.
“Pada masa pandemi Covid-19, kami melihat beberapa masalah yang timbul, yaitu terutama masalah sampah plastik yang bahkan sampai sekarang belum ada jalan keluarnya,” tuturnya.
“Kami lihat, plastik tertentu seperti botol Pet sudah ada recycle-nya walaupun hanya dicacah cuci akhirnya barang itu dijual ke Eropa,” tambah Sugiarto.
Berkaca dari hal itu, Sugiarto menilai belum ada perusahaan yang benar-benar fokus pada masalah sampah di Indonesia.
“Berawal dari sana, kami dengan pengalaman Parent Company yang bergerak di bidang plastik, kita terjemahkan dalam menyelesaikan masalah sampah ini,” terangnya.
“Dari situ, timbul ide-ide yang dari awal misi kami adalah melepaskan ketergantungan kita terhadap sumber daya alam dengan melakukan ekonomi sirkular,” jelas Sugiarto.
Adapun langkah PT Sirkular Karya Indonesia (SKI) bersama Promedia Group dalam program ganti atap rumah wartawan ini mempunyai tujuan mulia.
Selain sebagai bentuk penghargaan bagi wartawan atas dedikasi dan kontribusinya bagi masyarakat, tapi juga sebagai edukasi mengenai hunian sehat.
SKI melalui program ini mengajak masyarakat untuk mulai menggunakan atap rumah yang rama lingkungan, di mana telah dilakukan wartawan dalam program ini.
Penggantian atap lama (seperti asbes atau seng) yang memiliki risiko kesehatan dan kenyamanan, dengan Alduro yang lebih modern dan aman, akan membuat penghuni lebih betah di rumah. (*)