Titiek Soeharto Tegur Keras Manajemen Cadangan Beras Bulog: Keluarkan Saja!

 

Retoria.id – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, melontarkan kritik tegas terhadap manajemen stok beras di gudang Perum Bulog. Ia menyoroti cadangan sebesar 3,91 juta ton yang sebagian sudah menumpuk lama dan terancam kualitasnya.

Dalam rapat kerja bersama Menteri Pertanian, Kepala Bapanas, dan Dirut Bulog, Titiek menegaskan bahwa masih terdapat stok beras di gudang Bulog yang telah berusia lebih dari satu tahun—sekitar 194.100 ton, sementara lebih dari 1,18 juta ton lainnya berusia lebih dari enam bulan. Kondisi ini dikhawatirkan akan menurunkan kualitas beras dan menambah kerugian negara.

Titiek dengan lantang meminta agar stok beras lama segera disalurkan. Ia menegaskan pentingnya penerapan prinsip first in, first out (FIFO) untuk menjaga mutu pangan. “Jangan yang terakhir masuk itu dikeluarkan terlebih dahulu. Yang lama harus segera keluar, jangan ditahan,” tegasnya kepada Dirut Bulog, Ahmad Rizal.

Baca Juga: Bantuan Pangan Terancam Dihentikan: Siap-Siap RI Bisa Kisruh Beras Lagi

Ia juga memperingatkan risiko serius dari penundaan distribusi, mengingat ada temuan beras impor yang sudah berkutu dan tidak layak konsumsi. Titiek menilai masalah ini bukan hanya soal kualitas, tetapi juga menyangkut kredibilitas pemerintah dalam mengelola cadangan pangan nasional.

Menanggapi desakan itu, Menteri Pertanian menyebut bahwa stok lama maupun impor akan segera diprioritaskan lewat operasi pasar dengan distribusi sekitar 6.000 ton per hari hingga akhir tahun. Dirut Bulog pun menegaskan bahwa kualitas tetap dijaga meskipun cadangan mencapai 3,91 juta ton, dan distribusi dilakukan bertahap untuk menjaga stabilitas harga.

Sorotan Titiek ini menyingkap persoalan serius tata kelola pangan. Ia menekankan bahwa kejelasan fungsi dan koordinasi antarlembaga mutlak diperbaiki agar tidak terus terjadi penumpukan yang menimbulkan persoalan berlapis di masa depan.

Sumber: https://www.retoria.id/nasional/2571549142/titiek-soeharto-tegur-keras-manajemen-cadangan-beras-bulog-keluarkan-saja

Rekomendasi