Retoria.id – Sebuah video perpisahan buruh rokok Gudang Garam viral di media sosial. Dalam rekaman itu, tampak puluhan pekerja berpelukan sambil menangis usai menerima kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Bagi mereka, pabrik bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan juga “rumah kedua” setelah bertahun-tahun bekerja.
PHK Massal Bukan Sekadar Isu
Partai Buruh dan KSPI menyebut tengah memverifikasi kebenaran kabar ini. Namun mereka menegaskan, jika benar terjadi, PHK massal di industri rokok tak bisa dianggap enteng. Efeknya berlapis: mulai dari pekerja pabrik, petani tembakau, hingga sektor pendukung seperti transportasi, distribusi, dan pemilik kontrakan.
Beban Regulasi dan Cukai
Industri rokok memang tengah menghadapi tekanan besar. Kenaikan cukai yang berulang, ditambah rencana aturan kemasan polos, dinilai membuat biaya produksi melonjak. Perusahaan terpaksa melakukan efisiensi, dan buruh menjadi pihak yang paling rentan terkena dampaknya.
Risiko Lebih Luas
Data dari Kemenaker menyebut, kebijakan kesehatan yang terlalu menekan industri bisa mengancam jutaan pekerja. Tak hanya buruh linting, tetapi juga petani, pedagang kecil, hingga industri logistik berpotensi ikut kehilangan penghasilan.
Suara Buruh: Harapan pada Pemerintah
Para buruh berharap pemerintah tak tinggal diam. Regulasi memang penting untuk kesehatan masyarakat, tetapi mereka meminta solusi agar lapangan kerja tetap terjaga. “Kami butuh perlindungan, bukan sekadar janji,” kata perwakilan buruh.
Sumber: https://www.retoria.id/nasional/2571552716/tangis-buruh-gudang-garam-phk-massal-jadi-ancaman-nyata