Penasehat Presiden Palestina Mahmoud Al-Habbash Juluki Gus Yahya ‘Bapak Palestina’ dan Bu Retno Marsudi ‘Ibu Palestina’

Retoria.id – Penasihat Presiden Palestina Mahmoud Al-Habbash, didampingi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menghadiri pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi di kantor Kemenlu. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi Mahmoud untuk menyampaikan apresiasi mendalam terhadap dukungan Indonesia, khususnya Menlu Retno, terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Dalam kesempatan itu, Mahmoud menuturkan kekagumannya pada Retno Marsudi yang dikenal luas di arena internasional karena kegigihannya memperjuangkan hak-hak Palestina. Kekaguman tersebut membuatnya menyebut Menlu Retno sebagai ummu filistin atau “ibunya orang-orang Palestina”. Adapun Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dijulukinya sebagai abu filistin atau “bapak bagi orang Palestina”.

“Anda (Retno) ummu filistin (Ibu orang Palestina), Sayyid Yahya itu abu filistin (Bapak orang Palestina). Yang dilakukan oleh Menlu (Retno) kiprah dan perannya mendapatkan berkah dan restu dari NU, mendapat dukungan dari NU untuk Palestina ini,” kata Mahmoud dalam pertemuan singkat berdurasi sekitar satu jam tersebut.

Mahmoud juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Menlu Retno atas kiprah yang terus konsisten dibawa Indonesia dalam memperjuangkan Palestina di berbagai forum dunia. Ia menegaskan bahwa nasihat yang diberikan Retno dan Gus Yahya mengenai pentingnya menjaga persatuan Palestina akan ia pegang sebagai prinsip dalam langkah-langkah berikutnya.

“Ya ini betul pesan yang kami pegang teguh, karena itu tujuannya untuk persatuan (Palestina),” tegasnya.

Menurut Mahmoud, Menlu Retno merupakan sosok yang sangat dikenal dan dihormati oleh masyarakat Palestina. Namanya kerap disebutkan setiap kali isu Palestina dan sikap Indonesia dibahas, baik oleh rakyat maupun oleh struktur pemerintahan di Palestina.

Baca Juga: Resmi Berhentikan Gus Yahya dari Kursi Ketum, Rais Aam PBNU Disebut akan Ambil Alih Kekosongan Jabatan

Ia berharap Indonesia dapat terus memainkan peran signifikan dalam menggalang dukungan global dan memperkuat solidaritas internasional untuk rakyat Palestina.

Sementara itu, Menlu Retno menyambut baik kehadiran Mahmoud Al-Habbash di Indonesia. Ia menyampaikan apresiasi kepada PBNU yang telah memfasilitasi kunjungan tersebut dan menilai Mahmoud sebagai figur yang tepat untuk memberikan gambaran langsung mengenai situasi aktual yang dihadapi rakyat Palestina.

“Saya berterima kasih kepada PBNU karena telah berinisiatif mengundang Mahmoud Al-Habbash ke Indonesia, dan telah menyambungkan Indonesia dengan pihak yang benar, ketika ingin berkomunikasi dan berhubungan dengan pihak Palestina ini,” jelasnya.

Di sisi lain, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU A Ginanjar Sya’ban menegaskan bahwa dukungan kepada Palestina akan terus berlanjut. Ia menilai komitmen pemerintah, masyarakat, dan PBNU terhadap Palestina tetap konsisten sejak dulu.

Ginanjar menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan kini tentu berbeda dengan masa sebelumnya. Menurutnya, upaya mendukung Palestina perlu dilakukan melalui beragam jalur dan tidak bisa hanya mengandalkan satu cara.

“Tetapi berbagai upaya juga harus dilakukan, ditemukan banyak pihak. Ini yang penting dilakukan untuk bisa membantu masyarakat Palestina agar mencapai kedaulatannya,” kata Ginanjar dikutip dari NU Online. (*) 

Sumber: https://www.retoria.id/nasional/2571956669/penasehat-presiden-palestina-mahmoud-al-habbash-juluki-gus-yahya-bapak-palestina-dan-bu-retno-marsudi-ibu-palestina

Rekomendasi