• Advertise
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
Retoria.id
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Retoria.id
No Result
View All Result

Micin atau Garam, Mana yang Lebih Aman untuk Kesehatan Tubuh?

Jurnalis Retoria by Jurnalis Retoria
17 Agustus 2025
in Gaya Hidup
0

Retoria.id- Garam dan micin (monosodium glutamat/MSG) merupakan bahan tambahan makanan yang sering digunakan sehari-hari. 

Keduanya berfungsi memberikan rasa gurih atau asin pada masakan, namun memiliki kandungan dan dampak kesehatan yang berbeda.

Di pasaran, ada beberapa merk micin yang dijual, di antaranya; Ajinomoto, Sasa hingga Totole.

Sementara produk garam yang dijual di pasaran yaitu Garam Dolphin, Garam Refina, Garam Cap Kapal. 

Baca Juga: 5 Alasan Ilmiah Kenapa Apel Cocok untuk Diet Sehat

1. Kandungan Garam

Garam umumnya mengandung natrium klorida (NaCl) yang berperan menjaga keseimbangan cairan tubuh, fungsi saraf, serta kontraksi otot. 

Namun, asupan garam berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit jantung, dan stroke. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi garam tidak lebih dari 5 gram per hari atau setara satu sendok teh.

2. Kandungan Micin (MSG)

Micin atau MSG adalah penyedap rasa yang mengandung natrium, meski jumlahnya lebih sedikit dibanding garam. MSG menonjolkan rasa umami yang terdapat secara alami pada makanan seperti tomat, keju, dan daging. 

Badan Pangan dan Obat Amerika Serikat (FDA) serta berbagai penelitian menyatakan MSG aman dikonsumsi dalam batas wajar. Meski demikian, konsumsi berlebihan tetap berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan pada sebagian orang, seperti sakit kepala atau sensasi panas.

Baca Juga: Diet Mediterania: Rahasia Sehat dan Awet Muda ala Orang Yunani

3. Tingkat Risiko

Garam: Risiko utama berasal dari tingginya kandungan natrium. Kelebihan konsumsi dikaitkan dengan hipertensi dan gangguan kardiovaskular.

MSG: Kandungan natrium lebih rendah dibanding garam. Risiko yang sering disebut adalah reaksi sensitivitas ringan pada sebagian individu, meski jarang terjadi.

4. Batas Konsumsi

Pengendalian jumlah konsumsi menjadi kunci. Garam direkomendasikan tidak lebih dari 5 gram per hari, sedangkan MSG belum memiliki batas resmi yang ketat, namun tetap disarankan digunakan secukupnya.

Dengan pemahaman ini, masyarakat dapat menyesuaikan penggunaan garam dan micin dalam pola makan sehari-hari sesuai kebutuhan tubuh agar tidak berlebihan.

Sumber: https://www.retoria.id/gaya-hidup/2571502792/micin-atau-garam-mana-yang-lebih-aman-untuk-kesehatan-tubuh

Tags: Garamgaya hidupkesehatanMicintubuh
Previous Post

Relawan Bhakti BUMN 2025: IFG Bersama Anggota Holding Hadirkan Bakti Nyata untuk Masyarakat Maros

Next Post

Bendera Berkibar Terbalik di Mamasa, Paskibraka Tak Kuasa Menahan Tangis

Next Post

Bendera Berkibar Terbalik di Mamasa, Paskibraka Tak Kuasa Menahan Tangis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.