Hamza Yusuf: Kebangkitan Pikiran Zombi Hidup di Luar, Mati di Dalam

Retoria.id – Ceramah Hamza Yusuf kali ini bergerak pelan, nyaris berbisik, tetapi justru di sanalah ia bekerja paling efektif. Ia tidak datang membawa seruan besar atau ancaman moral, melainkan rangkaian pertanyaan sunyi tentang arah hidup manusia modern pertanyaan yang jarang kita beri waktu untuk dijawab.

Di satu titik, ia menyinggung peradaban yang mabuk kecepatan, segalanya harus cepat, ringkas, efisien. Namun, di balik itu, manusia justru kehilangan satu hal paling mendasar kebijaksanaan.

Ilmu pengetahuan berkembang, teknologi melesat, tetapi batin tertinggal jauh di belakang. Kita tahu semakin banyak, tetapi memahami semakin sedikit. Dunia maju, manusia lelah.

Baca Juga: Hamza Yusuf: Dari Era Iman, Era rasio menuju Era Perasaan

Salah satu gagasan kunci yang mengendap lama adalah pembedaan halus antara menambah pengetahuan dan memperdalam makna. Hamza Yusuf seakan ingin mengatakan krisis kita bukan karena kekurangan informasi, melainkan karena informasi itu tercerabut dari etika dan tujuan.

Ilmu berjalan sendiri, moral tertatih, spiritualitas tercecer. Akibatnya, kemajuan tidak lagi membebaskan, tetapi justru menekan.

Ia juga menyentuh kegelisahan yang kini terasa nyaris universal: cemas, gelisah, hampa. Bukan sebagai gangguan individual semata, melainkan sebagai tanda peradaban yang kehilangan jangkar transendennya.

Dalam dunia yang mengukur nilai manusia lewat angka, performa, dan produktivitas, manusia perlahan lupa bahwa dirinya bukan sekadar fungsi, apalagi algoritma.

Menariknya, Hamza Yusuf tidak menawarkan jalan pintas atau slogan penyelamat. Ia justru mengajak berhenti sejenak melambat, menoleh ke dalam, menata ulang niat hidup.

Spiritualitas, dalam ceramah ini, tidak ditempatkan sebagai pelarian dari modernitas, melainkan sebagai kompas agar manusia tidak tersesat di dalamnya.

Pada akhirnya, ceramah ini terasa seperti cermin yang dipasang diam-diam di hadapan kita. Tidak memaksa, tidak menggurui. Ia hanya menunjukkan: mungkin yang perlu kita pertanyakan bukan seberapa jauh kita telah melangkah, melainkan ke mana sebenarnya kita sedang menuju. (*)

Sumber: https://www.retoria.id/gaya-hidup/2572200100/hamza-yusuf-kebangkitan-pikiran-zombi-hidup-di-luar-mati-di-dalam

Rekomendasi