Elegi Lukisan Bunga Sri Mulyani, Cermin Retak Empati Manusia
Sri Mulyani menulis bukan tentang harta, melainkan luka. Lukisan raib itu adalah elegi tentang bangsa yang kehilangan dirinya.
Sri Mulyani menulis bukan tentang harta, melainkan luka. Lukisan raib itu adalah elegi tentang bangsa yang kehilangan dirinya.
Sri Mulyani menulis bukan tentang harta, melainkan luka. Lukisan raib itu adalah elegi tentang bangsa yang kehilangan dirinya.
Tak peduli seberapa suci tujuan massa atau setinggi apapun tuntutan rakyat, tindakan anarkisme tidak seharusnya dilakukan. Apalagi dirayakan
Tak peduli seberapa suci tujuan massa atau setinggi apapun tuntutan rakyat, tindakan anarkisme tidak seharusnya dilakukan. Apalagi dirayakan
Sebagian besar tipikal pejabat di Republik ini adalah orang-orang yang miskin empati, pengecut dan feodal. Di otaknya tak ada strategi untuk
Sebagian besar tipikal pejabat di Republik ini adalah orang-orang yang miskin empati, pengecut dan feodal. Di otaknya tak ada strategi untuk
Program Makan Bergizi berjalan, tapi guru dibebani tugas di luar nalar jadi tukang rantang, bahkan pencicip. Kami guru, bukan tikus percobaa
Program Makan Bergizi berjalan, tapi guru dibebani tugas di luar nalar jadi tukang rantang, bahkan pencicip. Kami guru, bukan tikus percobaa
Kebenaran tidak lagi otoritatif, fakta dikalahkan emosi, dan realitas jadi relatif—kita hidup di era pasca-kebenaran yang mengkhawatirkan.
Kebenaran tidak lagi otoritatif, fakta dikalahkan emosi, dan realitas jadi relatif—kita hidup di era pasca-kebenaran yang mengkhawatirkan.