Diam-diam: Rusia Mengirim Berapa Miliar Dolar Uang Tunai ke Iran?

Retoria.id – Menurut laporan The Telegraph pada 2018, setelah sanksi Amerika Serikat diperketat, bantuan besar-besaran dalam bentuk uang tunai diam-diam dikirimkan kepada rezim Iran melalui Promsvyazbank.

Ini bukan sekadar “transfer” biasa melainkan skema logistik yang dirancang matang, dengan jalur pengiriman uang tunai berbobot ton.

34 pengiriman, empat bulan, miliaran dolar

Media Inggris tersebut menulis bahwa dalam kurun empat bulan, setidaknya dilakukan 34 kali pengiriman.

Nilai tiap pengiriman diperkirakan antara 57 juta hingga 115 juta dolar AS. Uang tersebut disebut-sebut didominasi pecahan besar (misalnya uang kertas 500 euro), dengan logika “berat kecil, nilai besar”.

Rutenya pun tampak seperti skenario yang dirancang: dari Moskow dengan kereta menuju Astrakhan, lalu menyeberangi Laut Kaspia dengan kapal ke Pelabuhan Amirabad, sebelum akhirnya dibawa dengan kereta api ke Teheran.

Baca Juga: Mengapa Iran Memilih Oman, Bukan yang Lainnya?

Sumber-sumber mengaitkan pengiriman ini dengan data bea cukai dan kargo, khususnya catatan dalam basis data ImportGenius.

Yang menarik, pengiriman pertama disebut terjadi pada 13 Agustus 2018 hanya sekitar satu minggu setelah Donald Trump menandatangani dekret sanksi terhadap Iran.

Tambahan 1,9 miliar dolar

Kisah ini tidak berhenti di situ. Investigasi tambahan dari The Insider menyebutkan bahwa pada 2018 juga terjadi beberapa pengiriman uang tunai lain ke Iran melalui Mejdunarodniy Finansoviy Klub.

Dan total nilainya diperkirakan mencapai 1,9 miliar dolar AS. Artinya, total dana yang beredar dalam bentuk uang tunai setelah sanksi diberlakukan berpotensi mencapai setidaknya 4,4 miliar dolar AS.

Mengapa skema ini penting?

Uang tunai adalah jalur paling mudah untuk menghindari jejak. Bukan SWIFT, bukan transfer bank sulit dilacak.

Karena itu, para pakar tidak menutup kemungkinan bahwa “koridor tunai” semacam ini tetap dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya.

Terlebih di tengah menghangatnya hubungan Moskow–Teheran dalam konteks kerja sama militer.

Dalam teks ini juga disebutkan perdebatan seputar drone tipe Shahed dan senjata seperti Fath-360 dalam konteks tersebut.

Sanksi, kripto, dan kontroversi baru

Kini, di tengah sanksi Inggris dan AS, polemik seputar Promsvyazbank kembali mencuat.

Financial Times pada 2024 menulis tentang perputaran dana besar melalui kriptotoken A7A5 dan Grinex, dengan nama Ilan Shor turut disebut dalam kontroversi tersebut.

Singkatnya, laporan-laporan ini menunjukkan satu hal secara gamblang: dalam politik, bahkan ketika “pintu ditutup”, selalu ada “jendela yang terbuka”.

Sanksi memang meningkatkan tekanan finansial, tetapi sekaligus memaksa lahirnya jalur-jalur alternatif.

Pertanyaan terpenting kini adalah: apakah skema uang tunai semacam ini benar-benar berhenti, atau hanya berganti bentuk? Kehidupan biasanya memilih yang kedua…(*)

Sumber: https://www.retoria.id/internasional/2572273434/diam-diam-rusia-mengirim-berapa-miliar-dolar-uang-tunai-ke-iran

Rekomendasi