Retoria.id – Ketegangan di Timur Tengah memasuki fase yang lebih berisiko. Otoritas pertahanan Uni Emirat Arab menyatakan bahwa sebuah objek militer angkatan laut di Abu Dhabi menjadi sasaran serangan drone yang mereka atribusikan kepada Iran. Kebakaran dilaporkan terjadi di area gudang Pangkalan Angkatan Laut As-Salam.
Laporan terpisah Reuters menyebutkan, puing-puing drone dan rudal ditemukan di sejumlah titik di Abu Dhabi dan Dubai, disertai suara ledakan keras yang terdengar oleh warga. Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa.
Pernyataan resmi Abu Dhabi menegaskan hak negara tersebut untuk mengambil langkah yang dianggap perlu guna melindungi wilayah, penduduk, dan kepentingan nasionalnya.
Pernyataan itu muncul di tengah kekhawatiran bahwa konflik di kawasan Teluk tidak lagi terbatas pada perang bayangan, melainkan mulai bergerak ke respons terbuka.
Baca Juga: Trump: Kami akan menghantam mereka dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya
Di Irak, ledakan juga dilaporkan terjadi di sekitar pangkalan militer Amerika Serikat dekat Bandara Erbil. Reuters mencatat, pangkalan tersebut merupakan salah satu simpul penting bagi operasi militer AS dan pasukan koalisi di wilayah Kurdistan.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran menyebut telah melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer Amerika Serikat di Kuwait dan mengklaim kerusakan signifikan di Pangkalan al-Salim. Otoritas Kuwait maupun sumber independen internasional belum memberikan pernyataan yang menguatkan klaim tersebut.
Klaim lain yang beredar melalui media Iran Tasnim tentang tewasnya enam pejabat tinggi intelijen Amerika di Uni Emirat Arab hingga kini belum tercermin dalam laporan Reuters atau media internasional utama lainnya.
Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa eskalasi di Timur Tengah semakin menjangkau pusat-pusat strategis, dari pangkalan militer hingga kota besar dan simpul logistik, mempersempit ruang de-eskalasi dan memperbesar kemungkinan respons lanjutan. (*)