Putra Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, Terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran

Retoria.id – Putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran. Hal ini secara resmi diumumkan oleh Dewan Tinggi Keagamaan negara tersebut.

Setelah keputusan diambil, para anggota dewan menyerukan kepada rakyat Iran untuk menjaga persatuan nasional dan bersatu di sekitar pemimpin baru.

Dalam pernyataan yang disebarkan melalui media massa negara, ditegaskan bahwa pemilihan ini dilakukan melalui proses pemungutan suara yang tegas. Hal ini dilaporkan oleh theguardian.com.

Baca Juga: Pentagon Akui Kewalahan Hadapi Drone Shahed Iran

Penunjukan Mojtaba Khamenei tercatat dalam sejarah sebagai pertama kalinya sejak Revolusi Islam 1979 kekuasaan tertinggi berpindah dari ayah kepada anak.

Situasi ini diperkirakan akan memicu perdebatan panas di dalam negeri mengenai terbentuknya sistem pemerintahan yang bersifat dinasti.

Angkatan bersenjata Iran dan pimpinan parlemen mendukung keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai kewajiban religius dan nasional.

Baca Juga: Apakah Iran Benar-Benar Kecolongan, atau Kita yang Salah Membaca Perang?

Namun, penunjukan ini memicu reaksi keras di tingkat internasional. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Mojtaba Khamenei sebagai kandidat yang tidak dapat diterima dan menegaskan bahwa Washington harus memiliki suara dalam arah politik masa depan Iran.

Militer Israel juga menyatakan akan terus memburu semua penerus Ali Khamenei. Menurut para analis, keputusan ini dapat menyebabkan perang di kawasan semakin memanas.

Kelompok Houthi dari Yaman menyebut terpilihnya pemimpin baru ini sebagai kemenangan berikutnya bagi Revolusi Islam dan menyampaikan ucapan selamat.

Mojtaba Khamenei yang berusia 56 tahun hingga saat ini belum pernah menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum, tetapi selama bertahun-tahun aktif berada di pusat kekuasaan Iran. (*)

Sumber: https://www.retoria.id/internasional/2572425791/putra-ali-khamenei-mojtaba-khamenei-terpilih-sebagai-pemimpin-tertinggi-iran

Rekomendasi