Retoria.id – Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, menyatakan bahwa Ankara telah sepenuhnya memutus semua hubungan ekonomi dan perdagangan dengan Israel.
Ia juga mengumumkan bahwa wilayah udara Turki kini tertutup bagi pesawat-pesawat Israel. Menurutnya, kapal-kapal Turki juga kini sepenuhnya dilarang untuk memasuki pelabuhan-pelabuhan Israel.
Baca Juga: Mengenal Kairos? Teknik Retoris untuk Meningkatkan Dampak Pesan Anda
Dalam pidatonya di sidang parlemen, sang menteri menyampaikan pernyataan yang tegas:
“Serangan yang dilakukan Israel terhadap Jalur Gaza, Lebanon, Yaman, Suriah, dan Iran tanpa perhitungan merupakan aksi teror terhadap seluruh komunitas internasional. Tindakan ini menjadi ancaman serius terhadap keamanan kawasan,” ujarnya.
Sebagai informasi, pada bulan Mei 2024, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan juga telah mengumumkan bahwa hubungan dagang dengan Israel akan dihentikan sebagai akibat dari perang di Gaza.
Menurut data statistik resmi, volume perdagangan antara kedua negara pada tahun 2023 mencapai 6,8 miliar dolar AS, dengan porsi terbesar — 75 persen — berasal dari ekspor Turki.
Media Israel dalam beberapa bulan terakhir juga melaporkan bahwa pelabuhan-pelabuhan Turki mulai meminta sertifikat tidak resmi dari pemilik kapal, menyatakan bahwa mereka tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan Israel dan tidak mengangkut muatan militer atau berbahaya.
Selain itu, pada 13 November tahun lalu, Erdoğan juga secara resmi mengumumkan bahwa hubungan diplomatik antara Turki dan Israel telah dihentikan.
Dengan langkah tegas terbaru ini, Ankara telah membawa hubungan kedua negara ke tahap yang benar-benar baru, dan hal ini menimbulkan analisis mendalam dalam dinamika geopolitik kawasan. (*)