Retoria.id – Di tengah musim panen jagung yang tengah berlangsung, para petani di Kabupaten Grobogan kini punya kepastian dan optimisme lebih. Enam perusahaan besar dalam sektor pakan ternak dan pengolahan hasil pertanian siap menyerap hasil panen mereka melalui skema kemitraan terstruktur.
Pada Selasa, 12 Agustus 2025, bertempat di Desa Genengsari, Kecamatan Toroh, Grobogan, telah dilangsungkan penandatanganan nota kesepahaman antara petani dan enam perusahaan mitra. Acara ini juga dibarengi dengan Panen Raya Jagung, simbol sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan pelaku industri .
Baca Juga: 40 Persen Penggilingan Padi Tutup: Ketakutan Hukum & Tekanan Harga Ancam Pasokan Beras
Berikut nama-nama perusahaan yang akan menampung jagung petani:
Semua beroperasi di wilayah Grobogan dan siap berkontribusi dalam menyerap hasil panen jagung petani lokal .
Skema kemitraan ini memberikan beberapa keuntungan signifikan bagi petani, antara lain:
Baca Juga: Warga Pati Bantah Tudingan Sudewo: Seragam Kami Murni Rakyat Pati, Bukan Parpol atau Ormas
Plt.Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Kukuh Prasetyo Rusadi, menyatakan bahwa kemitraan ini memperkuat sinergi lintas sektor, dari pemerintah daerah hingga Bulog dan industri pangan lokal .
Wakil Bupati Sugeng Prasetyo menekankan bahwa Grobogan menyumbang sekitar sepertiga produksi jagung Jawa Tengah. Oleh karena itu, skema semacam ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani pedesaan .
Skema ini bukan sekadar solusi jangka pendek. Dengan pendekatan yang holistik—dengan moda penanaman, panen, pendampingan teknis, hingga penjualan terstruktur—Grobogan diposisikan bukan hanya sebagai lumbung pangan regional, tetapi juga sebagai pusat ketahanan pangan industri.
Berbanding dengan sebelumnya, di mana penyerapan hasil panen seringkali terhambat oleh permasalahan modal dan pasar, saat ini para petani memiliki jaringan penampungan yang transparan dan pasti.