Retoria.id — Hampir setiap negara di dunia memiliki Hari Kemerdekaan sebagai perayaan pembebasan dari penjajahan. Namun, tidak semua negara punya momen tersebut dalam sejarahnya. Sejumlah negara justru tidak pernah merayakan Hari Kemerdekaan karena berbagai alasan, mulai dari tidak pernah dijajah hingga memilih memperingati momen sejarah lain.
Berikut lima negara yang masuk dalam kategori tersebut:
1. Thailand
Thailand tercatat sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah kekuatan kolonial Barat. Kedaulatannya dijaga melalui diplomasi cermat di masa lalu.
Sebagai gantinya, Thailand memiliki Hari Nasional setiap 5 Desember yang bertepatan dengan ulang tahun mendiang Raja Bhumibol Adulyadej.
Baca Juga: Israel Dikabarkan Dekati Lima Negara untuk Pemukiman Warga Gaza, Indonesia Disebut Masuk Daftar
2. Nepal
Terletak di pegunungan Himalaya, Nepal berhasil menghindari penjajahan berkat kondisi geografis dan statusnya sebagai negara penyangga antara India dan Tiongkok.
Nepal tidak merayakan kemerdekaan, namun memiliki Republik Day setiap 28 Mei untuk memperingati perubahan sistem pemerintahan dari monarki menjadi republik pada 2008.
3. Jepang
Sebagai kerajaan yang telah berdiri berabad-abad, Jepang tidak memiliki momen kemerdekaan dari negara lain.
Hari nasional yang dirayakan adalah National Foundation Day (11 Februari), memperingati legenda pendirian negara oleh Kaisar Jinmu.
Baca Juga: Perbandingan Sistem Pendidikan di Indonesia dan Negara Lain
4. Prancis
Prancis tidak merayakan kemerdekaan karena tidak pernah dijajah dalam pengertian modern. Perayaan besar di negara ini adalah Bastille Day pada 14 Juli, mengenang Revolusi Prancis 1789 yang mengubah wajah politik negara tersebut.
5. Norwegia
Meskipun lepas dari Swedia pada 1905, Norwegia tidak menetapkan Hari Kemerdekaan. Fokus mereka adalah pada Constitution Day yang jatuh setiap 17 Mei, memperingati lahirnya konstitusi pada 1814.
Baca Juga: 10 Negara Paling Gemar Belanja Online, Indonesia Masuk Daftar
Fenomena Hari Nasional Tanpa Kemerdekaan
Sejumlah negara memilih tidak merayakan kemerdekaan bukan karena kurangnya rasa nasionalisme, melainkan karena sejarah mereka berbeda. Negara seperti Thailand, Nepal, dan Jepang mempertahankan kedaulatan sepanjang sejarah, sementara negara seperti Norwegia dan Prancis lebih menekankan peristiwa konstitusional atau revolusioner sebagai tonggak kebangsaan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa identitas nasional tidak selalu dibangun melalui narasi kemerdekaan dari penjajah, tetapi juga melalui momen sejarah penting lainnya yang dianggap membentuk jati diri bangsa.