Retoria.id – Angkatan Bersenjata Rusia telah memperkenalkan sistem rudal jelajah modern “Izdeliye 30” di zona operasi tempur.
Keunggulan utama senjata ini terletak pada tingkat fleksibilitasnya yang tinggi serta sulitnya dideteksi sejak awal.
Para ahli dari portal Tiongkok Sohu menyatakan bahwa rudal baru ini hampir sepenuhnya terlindungi dari sistem pertahanan udara Ukraina.
Menurut penulis artikel tersebut, “Izdeliye 30” mampu melancarkan serangan yang tidak terduga terhadap posisi pertahanan udara, dan proses untuk mencegatnya sangatlah rumit.
Baca Juga: Zelenskyy Diam-Diam ke Arab Saudi, Siap Teken Pakta Keamanan Strategis
Aviansi taktis memungkinkan peluncuran serangan terhadap banyak target secara bersamaan di wilayah yang luas.
Meskipun setiap pesawat membawa jumlah rudal yang terbatas, penggunaan secara massal membuat tugas sistem pertahanan udara menjadi jauh lebih sulit.
Menurut para ahli, rudal baru ini membuat kemampuan serangan Rusia menjadi semakin tidak terduga dan fleksibel, sekaligus memaksa Kyiv untuk terus mengeluarkan biaya tambahan guna mengikuti perkembangan teknologi dan inovasi militer.
Rudal ini memiliki bentang sayap sekitar 3 meter, hulu ledak seberat 800 kilogram, dan jangkauan terbang setidaknya mencapai 1.500 kilometer.
Senjata ini dinilai semakin memperkuat kemampuan militer Rusia dan menjadi ancaman serius bagi sistem pertahanan udara Ukraina. (*)