Retoria.id – Video kebakaran besar yang terjadi di tanker milik AS, Safesea Vishnu, setelah serangan yang dilakukan Iran, telah beredar luas dan menarik perhatian publik.
Insiden ini dipandang sebagai ancaman baru bagi situasi militer kawasan dan jalur perdagangan global.
Menurut informasi awal, serangan dilakukan menggunakan perahu kamikaze tanpa awak. Kapal tersebut berlayar di bawah bendera Kepulauan Marshall, dan serangan terjadi pada malam 12 Maret.
Dalam video yang beredar di internet, terlihat jelas tanker tersebut terbakar hebat di siang hari. Seluruh kapal diselimuti asap tebal, dan api tampak menyebar dengan tingkat yang sangat berbahaya.
Baca Juga: Iran Melawan Imperialisme: Dari Medan Perang ke Sistem Ekonomi Global
Berdasarkan perbincangan di media sosial, tanker tersebut diduga mencoba menembus blokade di Selat Hormuz.
Momen serangan sebelumnya juga sempat direkam, yang disebut-sebut diambil oleh personel angkatan laut Iran.
Dalam rekaman video tampak ledakan besar yang diikuti kebakaran hebat. Para analis menyebut serangan terjadi di bagian utara Teluk Persia setelah tanker tersebut mengabaikan peringatan dari IRGC.
Insiden ini tidak hanya menyoroti kerentanan kapal tanker besar milik AS, tetapi juga menjadi sinyal serius bagi keamanan transportasi laut dan jalur perdagangan internasional di kawasan.
Dengan dampak yang luas dan tingkat bahaya yang tinggi, peristiwa ini terus menjadi sorotan serta menambah kompleksitas dan ketegangan dalam dinamika militer dan perdagangan di kawasan. (*)