Retoria.id – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa para pemimpin Hamas di luar negeri tidak berada dalam perlindungan, menyusul serangan terbaru yang terjadi di wilayah Qatar.
Ia menekankan, Israel berhak membela diri bahkan di luar batas wilayah negaranya.
Pernyataan itu disampaikan Netanyahu saat bertemu Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Yerusalem. Dalam pertemuan tersebut, Netanyahu menegaskan serangan di Qatar sepenuhnya dilakukan oleh Israel.
Tindakan ini memicu gelombang kritik internasional. Presiden AS Donald Trump bahkan mengingatkan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di Qatar.
Baca Juga: TikTok di Ujung Tanduk: 17 September Jadi Hari Penentuan Nasib Jutaan Pengguna AS
Meski demikian, Rubio menegaskan bahwa hubungan Israel dan Amerika Serikat tetap kuat. Sementara itu, negara-negara Arab menggelar KTT di Qatar dan melontarkan pernyataan keras menentang Israel.
PBB juga memperingatkan bahwa pengusiran warga sipil di Gaza akan membawa konsekuensi kemanusiaan yang lebih berat.
Pertemuan Netanyahu dan Rubio ini berlangsung menjelang Sidang Umum PBB. Sejumlah negara Barat disebut-sebut akan segera memberikan pengakuan resmi terhadap Palestina.
Namun, Netanyahu kembali menolak gagasan pembentukan negara Palestina, dengan menegaskan bahwa pembangunan permukiman Yahudi baru di Tepi Barat akan terus dilanjutkan. (*)