Retoria.id – Pada Selasa, 16 September 2025, Israel resmi memulai tahap utama serangan darat terhadap Kota Gaza. Informasi ini disampaikan Kementerian Pertahanan Israel dan dilaporkan oleh Kursiv Media.
Militer Israel (IDF) menyebut pasukan bergerak menuju pusat Kota Gaza, yang diperkirakan menjadi tempat berkumpulnya sekitar 3.000 militan HAMAS.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa tujuan utama operasi ini adalah menghancurkan HAMAS, meruntuhkan infrastruktur teror, serta menciptakan kondisi untuk membebaskan para sandera sipil.
Namun, pihak Gaza melaporkan bahwa dalam jam-jam awal serangan, sedikitnya 40 orang tewas akibat serangan udara, sebagian besar merupakan warga sipil.
Tank-tank Israel juga dilaporkan telah masuk ke kawasan permukiman. Israel kembali menyerukan agar warga sipil meninggalkan wilayah tersebut.
Pada hari yang sama, Komisi PBB menuduh Israel melakukan pembantaian dan menghasut terjadinya genosida di Gaza.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan tiga orang meninggal akibat kelaparan dalam 24 jam terakhir, termasuk seorang anak. Dengan demikian, total korban tewas akibat kelaparan kini mencapai 428 orang.
Konflik di Gaza pun terus menunjukkan eskalasi dengan dampak kemanusiaan yang semakin parah, baik dari serangan militer maupun krisis kelaparan yang kian memburuk. (*)