Retoria.id – Di perusahaan Google kembali terjadi situasi yang menghebohkan. Salah satu korporasi teknologi terbesar di dunia ini dikabarkan telah memberhentikan lebih dari 200 karyawannya tanpa pemberitahuan sebelumnya. Kejadian ini memicu perdebatan luas di kalangan publik.
Menurut para mantan karyawan, pemutusan hubungan kerja massal ini berkaitan dengan sejumlah masalah di dalam perusahaan seperti rendahnya gaji, kondisi kerja yang tidak memadai, serta kurangnya jaminan keamanan kerja.
Mereka menilai, pihak manajemen mengambil langkah drastis ini untuk meredam meningkatnya ketidakpuasan di kalangan pekerja.
Dalam beberapa tahun terakhir, Google diketahui banyak mengalihkan berbagai tugas, terutama yang berkaitan dengan sistem kecerdasan buatan, kepada perusahaan outsourcing.
Misalnya, analisis, penyuntingan, dan perbaikan jawaban chatbot Gemini dikerjakan melalui GlobalLogic, perusahaan yang dimiliki oleh korporasi Jepang Hitachi, serta beberapa perusahaan pihak ketiga lainnya.
Salah seorang karyawan yang di-PHK, Andrew Lozon, berbagi pengalamannya. Ia mengatakan dirinya tiba-tiba dicabut akses kerjanya, sementara alasan resmi yang diberikan adalah “selesainya proyek.” Namun, ia menilai alasan tersebut sangat tidak jelas dan tidak dapat dipercaya.
Menurut Lozon, sepanjang tahun ini GlobalLogic memang sudah melakukan pengurangan tenaga kerja secara bertahap.
Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan karyawan karena mereka menyadari bisa kehilangan pekerjaan kapan saja dan tidak memiliki jaminan keberlangsungan kerja.
Banyak analis berpendapat, keputusan-keputusan ekstrem seperti ini menunjukkan adanya masalah dalam kebijakan internal Google serta sistem hubungan kerja di dalam perusahaan.
Terlebih, di tengah persaingan global yang semakin ketat dalam bidang kecerdasan buatan, langkah pemutusan kerja massal ini berpotensi memberi dampak negatif terhadap reputasi perusahaan. (*)
Sumber: https://www.retoria.id/internasional/2571587115/google-phk-lebih-dari-200-karyawan-secara-mendadak