Retoria.id – Menurut Wakil Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran, Rahim Nadali, usia minimum wajib militer di negara tersebut ditetapkan pada 12 tahun. Hal ini dilaporkan oleh Al Arabiya.
Menurut laporan tersebut, anak-anak seusia itu dapat dilibatkan dalam tugas intelijen dan pengamanan operasional, serta bekerja di pos pemeriksaan di bawah kendali Basij. Mereka juga dapat menjalankan tugas seperti menyiapkan makanan bagi tentara dan merawat yang terluka.
Baca Juga: AS Hujani Iran dengan 850 Rudal Tomahawk, Stok Hampir Habis di Tengah Operasi Militer Intensif
Para pejabat menegaskan bahwa kebijakan ini bertentangan dengan komitmen internasional Iran untuk tidak melibatkan anak-anak dalam operasi militer, dan telah menuai kritik luas di tingkat global.
Sementara itu, dalam beberapa hari terakhir, layanan pers US Central Command menyatakan bahwa sekitar 3.500 personel Angkatan Laut dan Marinir Amerika Serikat telah tiba di kawasan Timur Tengah.
Menurut laporan media, AS tengah mempersiapkan kemungkinan operasi darat terhadap Iran, yang berpotensi semakin memperburuk ketegangan di kawasan.
Langkah Iran ini pun memicu berbagai konflik dan kritik di panggung internasional, sekaligus kembali menyoroti pentingnya isu perlindungan hak-hak anak. (*)