Parlemen Albania Ricuh Usai Menteri Virtual Berbasis AI Sampaikan Pidato

Retoria.id – Albania mencatat sejarah baru dalam politiknya. Sidang parlemen mendadak ricuh setelah Diella, menteri virtual pertama berbasis kecerdasan buatan (AI), menyampaikan pidato perdananya. Laporan ini dikabarkan Albanian Times.

Pada 18 September lalu, pemerintah memaparkan program kerja dan membahas mosi kepercayaan terhadap kabinet baru. Sidang berjalan jauh lebih singkat dari perkiraan, hanya 24 menit.

Sebanyak 82 anggota parlemen dari Partai Sosialis menyetujui susunan kabinet yang diajukan Perdana Menteri Edi Rama. Setelah itu, Ketua Parlemen Niko Peleshi menutup jalannya sidang.

Namun kemunculan Diella — yang ditugaskan sebagai Menteri Pengadaan Negara — langsung memicu penolakan keras dari oposisi.

Para anggota parlemen mengetukkan meja dan berupaya merusak jalannya sidang. Beberapa bahkan melemparkan buku Konstitusi dan botol air ke arah perdana menteri serta anggota kabinet.

Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan eskalasi kericuhan tersebut.

Para duta besar asing yang hadir di ruang sidang dengan headphone penerjemah pun tidak mampu meredakan suasana. Bahkan jeda singkat tidak berhasil menenangkan keadaan.

Baca Juga: Albania Ciptakan Menteri Digital Pertama Berbasis AI Namanya Diela yang ditugaskan Menaklukkan Korupsi di Tender Publik

Dalam pidatonya, Diella membela diri dengan menegaskan bahwa penunjukannya tidak melanggar Konstitusi.

Ia meminta anggota parlemen untuk tidak terburu-buru menilai kinerjanya, sekaligus mengingatkan aturan konstitusional dan menyebut kontribusinya bagi pembangunan Albania.

Sebelumnya, pada 12 September, pemerintah Albania mengumumkan keputusan bersejarah dengan menunjuk model berbasis kecerdasan buatan sebagai Menteri Pengadaan Negara.

Peristiwa ini menandai babak baru dalam politik Albania. Namun, penolakan keras oposisi menimbulkan keraguan besar mengenai sejauh mana eksperimen ini dapat bertahan. (*) 

Sumber: https://www.retoria.id/internasional/2571592172/parlemen-albania-ricuh-usai-menteri-virtual-berbasis-ai-sampaikan-pidato

Rekomendasi