Retoria.id – Sebagian publik di media sosial (medsos) sempat dihebohkan dengan peristiwa ledakan dahsyat yang terjadi di area pemukiman warga Jalan Talas II RT. 03, RW 01, Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Jumat, 12 September 2025.
Saat itu, sekitar pukul 05.15 WIB, terdengar letusan dahsyat hingga menyebabkan 3 rumah porak-poranda, dan merusak 10 rumah lain di area sekitarnya.
Di tengah insiden itu, sempat tersirat dugaan adanya meteor jatuh yang menimpa salah satu rumah warga.
Hingga kini, Polres Tangerang Selatan telah mengusut ihwal penyebab ledakan misterius di wilayah Pamulang tersebut.
Lantas, bagaimana sebenarnya awal mula adanya ledakan dahsyat di Pamulang itu hingga fakta terkini dalam peristiwa tersebut? Berikut ini ulasan selengkapnya.
Baca Juga: Saat Ledakan Misterius Bikin 13 Rumah di Pamulang Porak-poranda, Warga Cemaskan Ada Meteor Jatuh
1. Batu Terpental, Rumah Warga Hancur
Pada 12 September 2025, Mahmud (64) sebagai salah seorang warga setempat menjadi korban yang rumahnya porak-poranda usai insiden ledakan tersebut.
Mahmud lantas menuturkan adanya suara ledakan keras yang membuat atap rumahnya hancur hingga banyak batu-batu yang terpental. Hal itu diungkapkan olehnya aat ditemui awak media di lokasi kejadian.
“Meledak kencang banget. Batu-batu pada mental tuh,” ungkap Mahmud.
Dalam insiden tersebut, warga Pamulang itu mengaku mengurungkan diri ke luar rumah usai mendengar suara ledakan dahsyat.
“(Saya) sudah ambil wudhu tapi nggak jadi shalat (Subuh) karena dengar suara ledakan itu,” ucap Mahmud.
2. Saat Gelap Diliputi Abu, Mencuat Dugaan Meteor Jatuh
Sesaat setelah insiden pada hari yang sama, suasana di lokasi kejadian diketahui sempat hening dan kondisi rumah gelap tertutup abu.
Perihal itu, Mahmud mengaku dirinya bersama keluarga langsung keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri.
Baca Juga: Antara tanggal 12 hingga 14 Agustus, diperkirakan akan muncul hingga 100 meteor per jam.
“Kondisi gelap habis itu, karena abunya kan. Untungnya sudah bangun semua,” terangnya.
Anehnya, hingga kini otoritas setempat belum mengetahui penyebab pasti sumber ledakan, sehingga warga sekitar hanya bisa menduga-duga.
Salah satu dugaan yang mengemuka di sekitar warga, yakni adanya meteor yang jatuh pada area lokasi kejadian.
“Tadi kata orang-orang kayak meteor, cuma enggak tahu juga saya, belum ketahuan karena apa,” ungkap Mahmud.
3. 54 Warga Sempat Mengungsi, 1 Korban Meninggal Dunia
Pada Minggu, 14 September 2025, warga yang menjadi korban ledakan dahsyat itu sempat diungsikan ke area Mushola Da’arun Naim, Pamulang.
Diketahui, sebanyak 54 orang dari 16 keluarga menjadi korban dalam insiden ini, dan warga sekitar bahu-membahu membersihkan puing-puing dari lokasi bekas ledakan.
Dalam insiden ini, 7 orang dikabarkan terluka dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit (RS) Hermina dan RS Tarakan.
Nahas, korban atas nama Agus meninggal dunia di RS Tarakan usai menjalani perawatan medis setelah mendapatkan luka bakar 90 persen dalam peristiwa tersebut, pada Jumat, 19 September 2025.
Baca Juga: Fakta Sains di Balik Hujan Meteor: Bahaya atau Indah?
4. Kebocoran Gas Diklaim Jadi Penyebab Ledakan
Pada Jumat, 19 September 2025, Pihak Puslabfor Polri telah melakukan penyelidikan dan menyatakan, ledakan itu berasal dari gas 12 kilogram.
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang mengklaim hasil pemeriksaan Puslabfor Bareskrim Polri diperoleh kesimpulan adanya akumulasi ledakan yang berasal dari kebocoran tabung gas.
“Ada kebocoran tabung gas LPG ukuran 12 kilogram di salah satu rumah warga di lokasi tempat kejadian perkara,” kata Victor dalam pernyataan resminya, pada Jumat, 19 September 2025.
“Ledakannya bisa seperti itu karena ada akumulasi gas yang terkumpul di ruangan tertutup akibat kebocoran tabung gas, kemudian terpicu oleh pemantik kompor,” tukasnya.
Sumber: https://www.retoria.id/daerah/2571593004/kronologi-ledakan-pamulang-3-rumah-hancur-1-warga-meninggal