Retoria.id – Serangan di Arab Saudi dilaporkan merusak radar milik Amerika Serikat. Serangan yang dilakukan oleh Iran ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan diduga menyebabkan kerusakan serius pada pesawat peringatan dini Boeing E-3 Sentry milik AS.
Gambar yang beredar di internet dan dibagikan oleh penyiar negara Iran, IRIB, kemudian dikonfirmasi oleh BBC dan Agence France-Presse pada 29 Maret, menunjukkan pesawat tersebut kemungkinan hancur akibat serangan. Hal ini dilaporkan oleh Deutsche Welle.
Jika dikonfirmasi, kerugian ini akan menjadi pukulan besar bagi operasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Boeing E-3 Sentry merupakan pesawat peringatan dini dan komando udara bernilai tinggi yang digunakan untuk memantau pesawat, rudal, dan drone dalam jarak jauh serta membantu mengoordinasikan operasi udara.
Baca Juga: Houthi Resmi Masuk Konflik, Luncurkan Serangan ke Israel dan Ancam Tutup Selat Strategis Dunia
Para ahli memperkirakan harga pesawat jenis ini mencapai 400 hingga 500 juta dolar AS. Sebelumnya, belum pernah ada laporan mengenai kehilangan E-3 Sentry dalam pertempuran.
Serangan gabungan berupa rudal dan drone terhadap pangkalan di dekat Al Kharj terjadi pada 28 Maret. Laporan menyebutkan bahwa 12 personel militer AS terluka, dua di antaranya dalam kondisi kritis.
Selain itu, setidaknya dua pesawat pengisian bahan bakar Boeing KC-135 juga mengalami kerusakan signifikan.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dalam wawancara dengan NBC pada 28 Maret menyatakan bahwa Rusia memberikan citra satelit yang digunakan dalam serangan tersebut kepada Iran. Namun, klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan. Sejak 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran, sementara Teheran membalas dengan serangan rudal dan drone ke Israel serta target-target terkait AS di negara-negara kawasan Teluk Persia. (*)