Siapa Ibrahim Zol’faqari? Juru Bicara Militer Iran yang Viral dan Kuasai 4 Bahasa

Retoria.id – Di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, nama Ibrahim (Abraham) Zol’faqari atau Zolfaghari muncul sebagai sosok yang tak terduga namun cepat mencuri perhatian dunia.

Perwira militer Iran ini mendadak viral setelah tampil sebagai juru bicara militer dengan gaya komunikasi yang berbeda dari pakem konvensional.

Zol’faqari menjabat sebagai juru bicara Markas Pusat Khātam al-Anbiyā’, sebuah pusat komando strategis yang mengoordinasikan operasi antara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan militer reguler Iran.

Posisi ini menempatkannya di jantung pengambilan keputusan militer sekaligus di garis depan perang informasi global.

Yang membuatnya menonjol bukan hanya posisinya, tetapi juga profil intelektual dan gaya komunikasinya. Ia dikenal berbicara dengan tenang, terukur, namun sarat pesan tajam.

Di era digital, ia memanfaatkan media sosial bukan sekadar untuk menyampaikan informasi, tetapi juga sebagai alat perang psikologis terhadap lawan.

Baca Juga: Serangan Rudal Iran Picu Kebakaran Besar di Pabrik Kimia Israel, Kawasan Industri Ditutup

Zol’faqari dianggap sebagai figur “tidak biasa” dalam dunia militer. Ia adalah seorang poliglot yang fasih dalam empat bahasa utama: Persia, Arab, Inggris, dan Ibrani.

Kemampuan berbahasa Ibrani menjadi sorotan tersendiri, karena kerap digunakannya untuk menyampaikan pesan langsung kepada publik dan pejabat Israel sebuah strategi komunikasi yang sekaligus simbolik dan provokatif.

Latar belakang akademiknya juga mencerminkan perpaduan unik antara rasionalitas dan refleksi filosofis. Ia memiliki gelar di bidang Matematika, serta melanjutkan studi hingga meraih gelar Magister dan Doktor (PhD) dalam Filsafat Barat.

Di sisi lain, ia juga dikenal sebagai seorang hafiz, yakni penghafal Al-Qur’an sebuah kombinasi yang jarang ditemui dalam profil perwira militer modern.

Popularitasnya melonjak setelah beberapa video pesannya beredar luas di internet. Salah satu yang paling disorot adalah ketika ia menggunakan frasa “You’re fired” jargon khas Donald Trump dalam acara The Apprentice untuk menyindir Presiden AS dalam sebuah pernyataan resmi.

Gaya retoris ini memperlihatkan kemampuannya menggabungkan simbol budaya populer dengan pesan politik yang tajam.

Kemunculan Zol’faqari juga terjadi dalam konteks krisis kepemimpinan akibat gugurnya sejumlah tokoh penting.

Ia tampil sebagai wajah baru yang mencerminkan cepatnya regenerasi kepemimpinan di Iran, sekaligus menunjukkan adaptasi negara tersebut dalam menghadapi perang modern yang tidak hanya berlangsung di medan tempur, tetapi juga di ruang narasi global.

Sejumlah analis melihat Zol’faqari sebagai representasi dari strategi baru Iran: menggabungkan kekuatan militer dengan kecerdasan komunikasi.

Ia bukan sekadar juru bicara, melainkan aktor dalam diplomasi naratif—menggunakan bahasa, simbol, dan pemikiran untuk membentuk persepsi dunia.

Dalam lanskap konflik kontemporer, Ibrahim Zol’faqari menjadi contoh bagaimana perang tidak lagi hanya ditentukan oleh senjata, tetapi juga oleh kata-kata dan siapa yang paling cakap menggunakannya. (*) 

Sumber: https://www.retoria.id/internasional/2572474089/siapa-ibrahim-zolfaqari-juru-bicara-militer-iran-yang-viral-dan-kuasai-4-bahasa

Rekomendasi