Roy Suryo 99,9 Persen Tetap Yakin Ijazah Jokowi Palsu Meski Telah diakui Bareskrim dan Rektor UGM

Retoria.id – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, kembali menyuarakan keraguannya atas keaslian ijazah Presiden Joko Widodo. Setelah menerima salinan fotokopi legalisir ijazah sarjana Jokowi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Roy menegaskan pandangannya bahwa dokumen tersebut “99,9 persen tetap palsu.”

“Sangat signifikan anehnya, bisa mengarah bahwa terjadi ‘kepalsuan’, kata kuncinya itu,” ujar Roy di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (24/10/2025). Ia menambahkan, “Jadi 99,9 persen tetap palsu.”

Salinan ijazah yang diterima Roy merupakan dokumen yang dilampirkan Jokowi saat mendaftar sebagai calon presiden pada Pemilu 2014. Menurut Roy, terdapat sejumlah kejanggalan pada dokumen tersebut, terutama bagian yang disamarkan oleh KPU seperti nomor ijazah dan tanda tangan pejabat penerbit.

“Harusnya ijazah itu dibuka, kalau KTP ya, baik ya itu boleh dikecualikan karena KTP itu ada NIK-nya,” kata Roy mencontohkan.

Bareskrim: Ijazah Jokowi Asli

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menyatakan bahwa ijazah Presiden Jokowi asli. Kepastian itu didapat setelah penyelidik melakukan verifikasi terhadap arsip fisik dan digital di SMA Negeri 6 Surakarta hingga Universitas Gadjah Mada (UGM).

Penyelidikan dilakukan dengan menemui pihak akademik UGM serta memeriksa arsip mahasiswa atas nama Joko Widodo dari Fakultas Kehutanan angkatan 1980. Selain ijazah dan transkrip nilai, tim juga meneliti skripsi Jokowi yang tercatat sebagai satu-satunya skripsi lulusan Fakultas Kehutanan sebelum 1990 yang tersimpan dalam sistem Perpustakaan Terpadu Digital (PTD).

Baca Juga: Tito Karnavian Ungkap Alasan Perbedaan Data Purbaya dengan data Mendagri

Ijazah tersebut juga diuji secara forensik oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. “Uji banding ini dilakukan terhadap ijazah asli milik Bapak Jokowi, dan tiga ijazah pembanding dari rekan seangkatan beliau di UGM dengan tahun kelulusan yang sama,” ujar Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro dalam konferensi pers di Bareskrim, Kamis (22/5/2025).

Dari hasil pemeriksaan, penyidik menemukan dokumen asli ijazah Sarjana Kehutanan atas nama Joko Widodo dengan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) 1681 KT, yang diterbitkan pada 5 November 1985.

UGM Tegaskan Jokowi Lulusan Resmi

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, turut menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo merupakan alumni resmi universitas tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kampus memiliki bukti dan data lengkap mengenai proses pendidikan hingga kelulusan Jokowi.

“Kami punya data dan bukti bahwa Bapak Joko Widodo adalah resmi menjadi lulusan dari UGM dan juga sudah diberikan tanda kelulusannya kepada yang bersangkutan,” kata Ova dalam video resmi Humas UGM, Jumat (22/8/2025).

Ova menjelaskan, ijazah Jokowi diserahkan pada upacara wisuda tahun 1985 dan setelah itu menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing alumni. “Ijazah diberikan setelah yang bersangkutan menyelesaikan proses pendidikan secara baik dan sesuai dengan persyaratannya. Ijazah diserahkan pada saat wisuda kepada yang bersangkutan,” ujarnya.

Kontroversi terkait ijazah Presiden Jokowi telah berulang kali mencuat di ruang publik, meskipun pihak kepolisian dan universitas telah memberikan klarifikasi resmi. Hingga kini, Roy Suryo tetap pada pendiriannya dan menuntut agar seluruh data ijazah dibuka tanpa penyamaran.

Sementara itu, pihak universitas dan aparat penegak hukum menegaskan bahwa seluruh proses akademik Presiden Jokowi terekam dan tervalidasi secara sah. (*)

Sumber: https://www.retoria.id/politik/2571718119/roy-suryo-999-persen-tetap-yakin-ijazah-jokowi-palsu-meski-telah-diakui-bareskrim-dan-rektor-ugm

Rekomendasi