Retoria.id – Danone Indonesia melalui dua lini bisnisnya, AQUA dan Sarihusada, bersama Sinergi Ekosistem Pesantren (SEP) dan Water.org, menyelenggarakan Festival Air Bersih dan Sanitasi Pesantren di Yogyakarta (06/12).
Acara ini menjadi momentum penting untuk mendorong akses air bersih dan sanitasi yang inklusif di lingkungan pesantren, sekaligus mempertemukan berbagai pihak dari pemerintah pusat dan daerah, lembaga keuangan mikro, komunitas pesantren, hingga organisasi masyarakat sipil.
Lebih dari 600 peserta dari puluhan pesantren di DIY hadir dalam kegiatan ini. Rangkaian acara mencakup talkshow mengenai peningkatan akses air bersih dan sanitasi, termasuk inovasi water credit skema pembiayaan mikro yang memungkinkan pesantren membangun sarana air bersih secara mandiri dan berkelanjutan.
Para santri juga mengikuti kelas edukasi nutrisi dan hidrasi sehat, serta menerima sanitation kit untuk mendukung kebersihan diri.
Baca Juga: 4 Tren Viral dari Indonesia yang Mengguncang Dunia di Tahun 2025
Banyak pesantren di Indonesia masih menghadapi keterbatasan air bersih baik dari segi kualitas, infrastruktur, maupun biaya pembangunan fasilitas. Kondisi penghuni yang padat membuat antrean untuk wudhu dan mandi menjadi panjang, yang berdampak pada kesehatan, kenyamanan belajar, hingga keberlangsungan aktivitas pesantren.
Baca Juga: Daftar Artikel Wikipedia Paling Banyak Dibaca Tahun 2025 Charlie Kirk Menempati Peringkat Teratas
Direktur Air Minum Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Oscar SH Siagian, melalui Kepala Subdirektorat Perencanaan Program Anggaran, Dibyo Saputro, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini.
“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi serta berterima kasih kepada Danone Indonesia yang telah mendukung penyediaan layanan air minum dan sanitasi di pesantren,” ujarnya.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, juga menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi program ini di DIY, dimulai dari Pondok Pesantren Wahid Hasyim. Ia menegaskan bahwa akses air minum aman dan sanitasi layak merupakan prioritas pemerintah.
“Program ini sejalan dengan upaya kami di Kabupaten Sleman, yakni terus mendorong berbagai program untuk memperluas cakupan layanan air bersih, meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta memastikan fasilitas sanitasi yang memadai untuk seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.
Senior Director Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, menegaskan bahwa perluasan akses air bersih merupakan mandat perusahaan.
“Kami percaya bahwa akses air bersih adalah hak dasar setiap orang. Di banyak pesantren, kebutuhan ini masih menjadi tantangan, baik dari sisi infrastruktur maupun pembiayaan. Karena itu, melalui kolaborasi dengan SEP dan Water.org, kami menghadirkan solusi inovatif melalui water credit yang memungkinkan pesantren membangun fasilitas air bersih secara mandiri dan berkelanjutan.”
Ia menambahkan bahwa skema water credit bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi bentuk pemberdayaan agar pesantren memiliki kemandirian, transparansi, dan keberlanjutan fasilitas.
“Kami ingin menciptakan dampak nyata yang tidak hanya menyelesaikan masalah hari ini, tetapi menguatkan pesantren untuk masa depan,” ujarnya.
Ketua SEP, Ustad Ahmad Tazakka Bonanza, menekankan pentingnya membahas kondisi sanitasi pesantren secara jujur demi perbaikan.
“Harapannya kondisi air bersih dan sanitasi yang baik di pesantren justru menjadi daya tarik bagi orang tua untuk mau menitipkan anaknya untuk belajar di pesantren,” imbuhnya.
Sementara itu, pengurus Pesantren Daarul Khoir, Ustad Wahyudi Syakuri, membagikan pengalamannya memanfaatkan water credit.
“Alhamdulillah, dengan adanya program ini kami dapat menambah fasilitas sanitasi di pesantren. Komitmen kami memang telah ada sejak lama, dan pembiayaan ini bertujuan menambah fasilitas sanitasi berupa toilet seiring dengan bertambahnya jumlah santri,” paparnya.
Festival ini menjadi ruang dialog dan berbagi praktik baik antarpesantren. Peserta mendapatkan penjelasan lengkap mengenai prosedur pengajuan water credit, manajemen air bersih, hingga kesempatan memperluas jejaring dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan mikro, dan mitra pembangunan.
Melalui kegiatan ini, Danone Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperluas akses air bersih dan sanitasi layak bagi pesantren. Program lintas sektor tersebut sejalan dengan SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak untuk Semua, serta menjadi langkah konkret perusahaan dalam menciptakan dampak kesehatan yang berkelanjutan bagi masyarakat. (*)