Tak Hanya Fisik, Mental Penyintas Banjir Bandang di Aceh Tamiang Mulai Lelah dengan Situasi Pascabanjir

Retoria.id – Sudah hampir sebulan banjir bandang dan tanah longsor terjadi di Sumatera. Setidaknya, tiga provinsi terdampak bencana yang terjadi pada akhir November 2025 lalu, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sebulan pascabanjir pertama, sebagian besar daerah masih menantikan bantuan logistik hingga pembersihan endapan lumpur.

Sejumlah warga di lokasi terdampak pun masih tinggal di posko pengungsian karena kondisi rumahnya yang rusak bahkan hilang tersapu banjir.

Kelelahan Mental Penyintas Banjir Sumatera

Tak hanya lelah fisik yang dirasakan, penyintas banjir Sumatera juga mulai mengalami kelelahan mental.

Kondisi sekitar yang rusak parah hingga kehidupan sosial ekonomi pun harus dimulai dari awal.

Kelelahan mental yang dirasakan diungkap oleh salah satu warga dari Alur Jambu, Tamiang Hulu, Aceh Tamiang.

“Aku kalau ramai-ramai begini senang, tapi kalau sendiri, habis salat, renungkan, mau stres rasanya,” ucap seorang warga, dikutip dari unggahan akun Instagram @bayugawtama pada Kamis, 25 Desember 2025.

“Kalau ada suami ada tempat untuk buang pikiran,” lanjutnya.

Unggahan tersebut lantas mendapat dukungan dari warganet, seperti, “Ibu, peluk jauh. Semoga Allah kuatkan kalian,” tulis akun @yat*********

“Sedikit yang dikatakan si ibu, tapi sakitnya sampai kemari. Kuat-kuat ya ibu, badai pasti berlalu,” tulis akun @kurn******

Baca Juga: Toleransi Turun Temurun di Dusun Thekelan, Warga Muslim dan Buddha Salami Umat Kristiani saat Perayaan

Trauma Healing Pascabanjir untuk Perempuan dan Anak-Anak

Pendekatan terus dilakukan kepada penyintas banjir dan tanah longsor, terlebih dalam upaya menyelamatkan kondisi mental.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, sempat mengungkapkan bahwa kementeriannya akan fokus pada pemulihan trauma.

Arifah menyatakan bahwa program trauma healing dilakukan di posko pengungsian wilayah terdampak, ditujukan kepada anak-anak, perempuan, dan keluarga.

Selain datang dari pemerintah, relawan swadaya masyarakat pun turut menerjunkan personel untuk membantu warga terdampak agar cepat pulih secara mental.

Update Korban Banjir Sumatera

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 24 Desember 2025, mencatat total korban jiwa dalam bencana di 3 provinsi adalah 1.129 orang dan 174 orang lainnya masih dalam pencarian.

Lebih lanjut, warga yang masih mengungsi ada 496.293 jiwa .

Adapun status darurat wilayah, BNPB menyebut bahwa ada 12 kabupaten dan kota yang sudah berubah dari tanggap darurat menjadi transisi darurat.

Sementara perpanjangan status tanggap darurat masih dilakukan oleh beberapa daerah sampai pada 28 atau 30 Desember 2025. (*) 

Sumber: https://www.retoria.id/daerah/2572102806/tak-hanya-fisik-mental-penyintas-banjir-bandang-di-aceh-tamiang-mulai-lelah-dengan-situasi-pascabanjir

Rekomendasi