Retoria.id – Kamboja dan Thailand menandatangani kesepakatan gencatan senjata untuk meredakan ketegangan di wilayah perbatasan kedua negara.
Menurut laporan Reuters, perwakilan Kementerian Pertahanan Thailand menyampaikan bahwa gencatan senjata mulai berlaku pada pukul 12.00 WIB. Informasi tersebut dilansir oleh kursiv.uz.
Pejabat Thailand menyatakan bahwa sejak kesepakatan tersebut diberlakukan, Bangkok belum menerima laporan adanya baku tembak di perbatasan dengan Kamboja.
Baca Juga: Putrajaya Jadi Titik Temu Perdamaian: Thailand dan Kamboja Sepakati Mediasi Gencatan Senjata
Sementara itu, Phnom Penh juga belum mengeluarkan pernyataan terkait adanya pelanggaran gencatan senjata. Pelaksanaan kesepakatan ini akan dipantau oleh ASEAN.
Dalam pernyataan bersama, kedua pihak menegaskan bahwa pasukan militer akan mempertahankan posisi saat ini dan tidak melakukan pergerakan tambahan. Selain itu, Phnom Penh dan Bangkok juga sepakat untuk tidak menggunakan kekuatan terhadap warga sipil.
Baca Juga: Malaysia menjadi mediator Selesaikan Konflik Perbatasan Kamboja dan Thailand
Thailand juga menyatakan kesiapannya untuk menyerahkan 18 prajurit Kamboja apabila gencatan senjata tidak dilanggar selama 72 jam.
Berdasarkan data Reuters, selama konflik perbatasan berlangsung, sedikitnya 101 orang tewas dari kedua pihak, sementara lebih dari 500 ribu warga terpaksa mengungsi. Dalam bentrokan tersebut, militer kedua negara dilaporkan menggunakan roket dan artileri.
Dalam peringkat kekuatan militer dunia 2025, Kamboja menempati peringkat ke-95, sedangkan Thailand berada di peringkat ke-25. (*)