Retoria.id – Sebuah toko dengan konsep unik bertajuk “Hidden in Tokyo” akan kembali beroperasi di Tokyo pada Maret 2026.
Proyek ini menawarkan pengalaman berbelanja yang tidak biasa, yakni memberi kesempatan kepada pengunjung untuk “mencuri secara legal” barang-barang di dalam toko.
Untuk mengikuti pengalaman ini, peserta cukup membayar 1.000 yen atau sekitar 110.000 rupiah. Dengan biaya tersebut, pengunjung berhak membawa pulang barang apa pun di dalam toko, tanpa batasan harga maupun jumlah.
Namun, terdapat satu syarat yang sangat ketat: pengunjung harus benar-benar diam selama berada di area toko.
Bagian dalam toko dilengkapi dengan mikrofon super sensitif yang mampu menangkap suara sekecil apa pun. Bunyi langkah kaki, gesekan kemasan, pergerakan barang, bahkan tarikan napas yang terlalu keras dapat terdeteksi oleh sistem.
Baca Juga: Pasar Murah Belum Mampu Koreksi Harga Beras di Kendari: Warga Bertahan dengan Selektif
Jika mikrofon menangkap suara, tantangan langsung dihentikan dan peserta wajib mengembalikan seluruh barang yang telah diambil ke tempat semula.
Selain itu, peserta hanya diperbolehkan membawa barang yang dapat diangkat dengan tangan sendiri atau dibawa secara langsung. Barang berukuran besar atau terlalu berat tidak diizinkan untuk dibawa keluar.
Proyek ini pertama kali digelar tahun lalu dan berhasil menarik perhatian besar. Banyak pengunjung rela mengantre berjam-jam demi menguji konsentrasi dan ketangkasan mereka.
Menilai konsep tersebut sukses, para penyelenggara memutuskan untuk kembali menggelarnya.
“Hidden in Tokyo” dijadwalkan dibuka untuk umum pada 13–16 Maret 2026 dan diperkirakan kembali menjadi salah satu lokasi paling unik dan ramai diperbincangkan di Tokyo. (*)