Retoria.id – Warga Teheran dan sejumlah kota di provinsi barat Iran melaporkan terjadinya gangguan serius pada internet rumah dan jaringan seluler, di tengah berlanjutnya aksi protes dan kerusuhan di negara tersebut. Hal ini diberitakan oleh media IranWire yang berbasis di pengasingan.
Organisasi pemantau kebebasan internet, NetBlocks, menyatakan bahwa gangguan koneksi telah terdeteksi pada jaringan penyedia layanan TCI Iran di kota Kermanshah.
Selain itu, organisasi tersebut juga melaporkan adanya pemutusan dan penurunan drastis kualitas internet di sejumlah wilayah lain.
Di sisi lain, muncul pula sinyal teknis menarik terkait situasi ini. Penulis kanal Telegram “ZaTelekom”, Mikhail Klimarev, mengutip data Cloudflare Radar dan menyebutkan bahwa indikator IPv6 yang diumumkan di Iran telah turun hampir ke titik nol.
Baca Juga: Rusia Luncurkan Tiga Satelit Iran ke Orbit Rendah Bumi
Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan langsung dengan upaya pemblokiran. Meski demikian, Klimarev menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada indikasi pemadaman internet secara total atau “shutdown” penuh.
Ia menjelaskan bahwa memang terdapat fenomena “tidak biasa” dalam lalu lintas data, namun sejauh ini yang terjadi adalah pembatasan ketat dan pemblokiran yang sangat agresif.
Sebagai pengingat, aksi protes di Iran telah berlangsung sejak akhir Desember 2025. Awalnya, demonstrasi dipicu oleh krisis ekonomi, namun kemudian berkembang menjadi gerakan bermuatan politik.
Dalam sejumlah aksi, muncul pula tuntutan untuk menggulingkan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei serta meninjau ulang kebijakan umum Republik Islam Iran.
Bentrok antara demonstran dan aparat keamanan juga dilaporkan terjadi. Berdasarkan data yang tersedia, sedikitnya 34 demonstran dan empat personel keamanan tewas, sementara lebih dari dua ribu demonstran ditangkap.
Singkatnya, situasi tidak hanya memanas di jalanan, tetapi juga di ruang digital. Ketika internet melambat, arus informasi pun ikut terhambat dan dalam masyarakat mana pun, kondisi semacam ini cepat menguras kesabaran publik. (*)