Retoria.id – Laga “Benfica” kontra “Real” (4:2) pada matchday ke-8 Liga Champions Eropa bukan hanya memancing perbincangan karena skor akhir, tetapi juga karena cerita di balik layar yang menyertainya.
Seusai pertandingan, pelatih kepala wakil Lisbon, Jose Mourinho, angkat bicara di hadapan media dan mengungkapkan secara terbuka poin-poin terpenting dari laga tersebut.
Pelatih asal Portugal itu pertama-tama menilai hasil pertandingan sebagai sesuatu yang adil.
“Kemenangan yang pantas,” ujar Mourinho. Ia menekankan bahwa di kubu “Real”, Mbappé sebenarnya memiliki dua peluang emas dan berhasil mencetak dua gol dari situasi tersebut.
Meski begitu, Mourinho juga secara khusus menegaskan bahwa kemenangan atas “Los Blancos” merupakan sebuah kehormatan besar bagi Benfica.
Pembahasan mengenai calon lawan di fase play-off pun tak luput dari perhatian. Ketika mendengar kemungkinan berjumpa dengan “Inter” atau kembali menghadapi “Real”.
Mourinho seperti biasanya tidak melontarkan serangan verbal, melainkan justru menunjukkan rasa hormatnya kepada kedua klub tersebut.
Baca Juga: Tuntutan kontrak baru Vinicius membuat Real Madrid berada dalam dilema
Menurutnya, bertemu tim-tim semacam itu adalah hal yang luar biasa bagi sepak bola, terlebih kembali berjumpa di lapangan dengan “teman-teman seperti hari ini” terasa menyenangkan.
Mourinho pun menyebut keduanya sebagai klub yang sangat layak menjadi juara Liga Champions.
Namun, momen yang paling banyak dibicarakan pada malam itu tentu saja adalah gol Anatoliy Trubin.
Gol penjaga gawang dari situasi bola mati pada menit 90+ telah menjelma menjadi cuplikan bersejarah. Mourinho mengomentari kejadian tersebut dengan nada yang sangat jujur.
Ia mengaku sempat mengira timnya sudah memastikan tiket ke play-off ketika melakukan pergantian pemain. Namun, beberapa detik kemudian ia diberi tahu bahwa situasinya ternyata tidak sesederhana itu.
Setelah itu, pada momen bola mati yang berujung gol bersejarah Trubin, Mourinho menyiratkan bahwa “keberuntungan juga berpihak kepada kami”. Kendati demikian, kesimpulannya tetap sama: kemenangan itu pantas diraih.
Ada satu sisi menarik lain dari pernyataan ini. Berdasarkan data, Mourinho yang juga pernah menangani “Real” di masa lalu untuk pertama kalinya dalam karier kepelatihannya berhasil mengalahkan Los Blancos.
Artinya, skor 4:2 ini bukan sekadar soal tiga poin atau posisi klasemen, melainkan juga menandai “yang pertama” secara personal bagi Mourinho.
Singkat kata, malam itu menjadi pesta besar bagi Benfica: kemenangan telak atas Real, gol bersejarah sang kiper, serta kemenangan perdana Mourinho atas mantan klubnya.
Liga Champions Eropa sekali lagi membuktikan satu hal: di kompetisi ini, tak ada yang benar-benar selesai sebelum peluit akhir dibunyikan. (*)
Sumber: https://www.retoria.id/olahraga/2572222481/komentar-jose-mourinho-setelah-benfica-menundukkan-real