Retoria.id – Aktivitas belajar mulai terlihat di SDN 1 Tualang Cut, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, setelah banjir yang sebelumnya merendam kawasan tersebut.
Pada Jumat (6/2), sejumlah siswa berseragam Pramuka tampak berkumpul di halaman sekolah di depan gedung utama.
Di area sekolah, dinding bangunan tampak berwarna hijau muda dengan permukaan yang rata.
Pada tembok dan lantai kelas tidak terlihat sisa lumpur yang sebelumnya terbawa air banjir. Beberapa bagian lingkungan sekolah masih dalam pengerjaan.
Di lapangan sekolah, sejumlah personel TNI terlihat menyusun konblok. Sementara itu, sebagian prajurit lainnya berada di atas bangunan sekolah untuk menangani bagian atap dan langit-langit.
Daun pintu serta kusen jendela tampak dilepas, dibersihkan, dan dicat ulang. Kegiatan serupa juga terlihat di sekolah-sekolah lain di wilayah Aceh.
Baca Juga: Viral, Guru di Padang Pariaman Terekam Menyusuri Sawah dan Bukit saat Mengunjungi Rumah Siswa
Di SDN Gelanggang Merakp, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, prajurit TNI membongkar lembaran atap seng yang posisinya miring dan hampir lepas dari rangka bangunan.
Di SDN 1 Kuala Simpang, Kecamatan Kuala Simpang, personel TNI terlihat membersihkan sisa lumpur yang mengering di lantai dan dinding gedung sekolah.
Aktivitas pembersihan juga berlangsung di SDN Benua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.
Selain Aceh Tamiang, kegiatan penanganan fasilitas pendidikan dilakukan di sejumlah sekolah lain di Aceh, di antaranya SDN 26 Desa Kapa (Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen), SDN 8 Siblah Krueng (Kecamatan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen), serta SDN 6 Gandapura (Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen).
Di Sumatera Utara, aktivitas pembersihan terlihat di SDN 100704 Desa Hutagodang (Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan), SDN 173149 Parsingkaman (Desa Pagaran Lambung I, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara).
Serta SMP Negeri 030 Purba Beringin (Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan).
Di sekolah-sekolah tersebut, personel TNI terlihat membersihkan ruang kelas, halaman, dan bagian bangunan yang terdampak banjir.
Sementara sebagian sekolah mulai kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. (*)