Retoria.id – Sebagian publik di media sosial (medsos) sempat dihebohkan dengan kasus pengemudi Toyota Calya, berinisial HM (25) yang berkendara secara ugal-ugalan di jalan kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat (Jakpus).
Sebelumnya, peristiwa yang terjadi pada Rabu, 25 Februari 2026 sore tersebut, dinilai telah membahayakan pengguna jalan hingga membuat sang sopir panik untuk melarikan diri dari amukan warga.
Dalam unggahan Instagram @ussfeeds, pada Jumat, 27 Februari 2026, pengemudi yang tertangkap kamera itu merupakan pria asal Surabaya.
“Pengemudi asal Surabaya, viral karena ugal-ugalan di Jakarta Pusat,” demikian tertulis dalam unggahan tersebut.
Tampak dalam video yang beredar, bagian kaca kendaraan pecah dan bodi mobil mengalami kerusakan.
Sejumlah warga terlihat memukul-mukul kendaraan, sementara arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat.
Terkini, polisi telah resmi menetapkan HM sebagai tersangka usai aksinya berkendara secara ugal-ugalan dan melawan arus lalu lintas.
HM kini diketahui hanya bisa tertunduk lesu saat diamankan di Polres Metro Jakarta Pusat.
Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi peristiwa ini bermula hingga menyebabkan sang pengemudi hilang kendali dalam mengendarai mobilnya? Berikut ulasannya.
Secara terpisah, HM mengakui dirinya telah berkendara secara ugal-ugalan lantaran panik tidak membawa surat izin kendaraan.
“Saya nggak bawa SIM, nggak punya SIM (Surat Izin Mengemudi) sama nggak bawa STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan),” kata HM kepada awak media di Mapolres Metro Jakarta Pusat, pada Kamis, 26 Februari 2026.
Oleh sebab itu, pengendara asal Surabaya itu mengatakan dirinya panik karena takut ditilang polisi.
“Tadinya saya takut, takutnya ditilang,” imbuh HM.
Dalam kesempatan yang sama, HM mengaku tidak mengetahui medan jalan di kawasan kota Jakarta Pusat tersebut.
HM menyebut, dirinya sempat mengendarai kendaraan dari Surabaya menuju Karawang.
Dalam perjalanannya, sang pengemudi bertujuan ke Ancol bersama kekasihnya.
Peristiwa itu terjadi setelah HM dengan pacarnya membeli dimsum.
“Habis dari beli dimsum terus kita lanjut mau lanjut ke Karawang mau lanjut ke Ancol terus malah udah gitu,” tutur HM.
“Karena sudah lawan arah sudah enggak bisa berhenti. Panik banget,” tukasnya.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab insiden lalu lintas yang menyebabkan kemarahan warga di kawasan Gunung Sahari, Jakpus. (*)